Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - OTTAWA. Kanada dan Amerika Serikat (AS) masih belum mencapai titik temu dalam perundingan perdagangan menjelang batas waktu pemberlakuan tarif baru AS sebesar 50% pada 19 Agustus 2026.
Menteri Kanada yang bertanggung jawab atas hubungan perdagangan dengan AS, Dominic LeBlanc, menyebut kedua negara masih jauh dari kesepakatan yang dapat disetujui oleh Perdana Menteri Kanada.
Pernyataan tersebut disampaikan LeBlanc dalam pengarahan kepada Advisory Committee on Canada-U.S. Economic Relations pada Jumat (14/8/2026), menurut sumber yang mengetahui langsung pembahasan tersebut.
LeBlanc saat ini berada di Washington bersama kepala negosiator perdagangan Kanada dan sejumlah pejabat untuk melanjutkan pembicaraan dengan pemerintah AS. Intensitas negosiasi juga meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
LeBlanc telah bertemu dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer sebanyak empat kali dalam tiga pekan. Kantor LeBlanc menyatakan sang menteri akan tetap berada di Washington sepanjang akhir pekan untuk melanjutkan perundingan.
Baca Juga: Larangan Medsos untuk Anak di Prancis Terancam Gagal, Ini Sebabnya
Tarif baru sebesar 50% tersebut akan mencakup barang-barang Kanada senilai hampir US$20 miliar atau sekitar 5,2% dari total ekspor Kanada ke AS.
Berbeda dengan sejumlah tarif yang sebelumnya diberlakukan Presiden AS Donald Trump, tarif baru ini akan dikenakan terhadap produk yang memenuhi syarat untuk memperoleh perlakuan tarif khusus berdasarkan United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA).
Kondisi tersebut dinilai menambah risiko terhadap perekonomian Kanada karena produk yang sebelumnya mendapatkan manfaat dari perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara berpotensi ikut terkena tarif tinggi.
Kanada-AS Intensifkan Negosiasi
Menurut sumber tersebut, LeBlanc mengatakan kepada komite penasihat bahwa pertemuan dengan mitra AS berlangsung setiap hari.
"Jarak mereka masih cukup jauh dari kesepakatan yang dapat ditandatangani oleh Perdana Menteri," kata sumber tersebut.
Dalam perundingan seperti ini, lanjut sumber itu, "tidak ada yang disepakati sampai semuanya disepakati."
Kedua negara memang terus melakukan pembahasan pada tingkat teknis. Namun, sejumlah persoalan utama masih belum menemukan kesepakatan.
Gabriel Brunet, juru bicara LeBlanc, menolak memberikan komentar mengenai perkembangan perundingan tersebut.
Sementara itu, CEO Canadian Chamber of Commerce Candace Laing, yang juga merupakan anggota komite penasihat yang menerima pengarahan dari LeBlanc, mengatakan kedua negara tengah mengupayakan kesepakatan sementara.
Kesepakatan tersebut diharapkan dapat menyelesaikan sejumlah tarif AS yang sebelumnya telah diberlakukan sekaligus mengatasi ancaman tarif 50% yang akan mulai berlaku.
Laing mengatakan sejumlah pertemuan antara kedua pihak telah dijadwalkan sepanjang akhir pekan.
Baca Juga: Miliarder Bill Ackman Rombak Portofolio Investasi, Masuk Netflix hingga Visa
LeBlanc juga memberikan pengarahan kepada para menteri perdagangan dari provinsi dan teritori Kanada pada Jumat mengenai perkembangan terbaru negosiasi dengan AS.
Sejumlah Isu Masih Jadi Hambatan
Beberapa isu utama masih menjadi penghambat kesepakatan perdagangan Kanada-AS.
Dari sisi AS, salah satu persoalan utama adalah tarif yang diberlakukan Kanada terhadap kendaraan bermotor AS. Washington juga mempermasalahkan mekanisme pembagian kuota produk susu serta keputusan sejumlah provinsi Kanada yang menolak menyimpan produk minuman beralkohol asal AS.
Sementara itu, Kanada menginginkan AS menurunkan tarif terhadap produk baja dan aluminium asal Kanada.
Perbedaan kepentingan tersebut membuat perundingan berlangsung alot meskipun komunikasi antara kedua negara terus dilakukan secara intensif.
Dengan tenggat 19 Agustus yang semakin dekat, Kanada dan AS menghadapi tekanan untuk mencapai kesepakatan sebelum tarif 50% mulai diberlakukan. Jika tidak tercapai titik temu, kebijakan tarif tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap perdagangan bilateral dan perekonomian Kanada.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
