Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyesuaikan kebijakan tarif impor yang selama ini menjadi salah satu instrumen utama perlindungan industri domestik. Kali ini, pemerintah AS melonggarkan tarif untuk sejumlah peralatan pertanian dan industri, sembari memberikan insentif bagi produsen yang menggunakan baja dan aluminium buatan AS.
Melansir Bloomberg (2/6), melalui proklamasi yang ditandatangani pada 1 Juni 2026, tarif untuk peralatan pertanian seperti mesin panen dan combine harvester diturunkan dari 25% menjadi 15% hingga akhir 2027. Pemerintah AS juga memperluas daftar produk industri yang berhak mendapatkan tarif 15%, termasuk peralatan industri bergerak seperti buldoser dan forklift yang diimpor dari negara-negara mitra dagang AS.
Selain itu, pemerintahan Trump memangkas tarif efektif menjadi 10% untuk produk turunan impor yang mengandung sedikitnya 85% baja atau aluminium yang diproduksi di AS. Sebelumnya, syarat kandungan logam domestik yang berlaku mencapai 95%.
Gedung Putih menyebut kebijakan ini dirancang untuk menjaga daya saing sektor manufaktur, pertanian, dan industri tanpa mengurangi perlindungan terhadap produsen logam dalam negeri yang selama ini memperoleh manfaat dari kebijakan tarif Pasal 232 (Section 232).
Perubahan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian terhadap rezim tarif yang sebelumnya diperluas pada April 2026. Saat itu, Trump mengenakan tarif 50% pada produk berbahan baja, aluminium, dan tembaga, tarif 25% pada berbagai produk turunannya, serta tarif sementara 15% untuk sejumlah mesin industri tetap dan peralatan kelistrikan.
Dalam kebijakan terbaru, kategori tarif 15% juga diperluas untuk mencakup sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara (HVAC) untuk kebutuhan perumahan. Pemerintah AS juga mengubah perlakuan tarif terhadap mesin industri bergerak guna mengurangi beban biaya bagi sektor-sektor yang bergantung pada peralatan tersebut.
Baca Juga: Bank of Thailand Proyeksi Ekonomi Tumbuh 2% di 2026, Suku Bunga Bakal Ditahan
Gedung Putih menyatakan keputusan ini diambil setelah Kementerian Perdagangan AS meninjau dampak tarif terhadap industri yang bergantung pada mesin pertanian dan industri. Pemerintah menilai peralatan konstruksi, sistem penanganan material, dan mesin industri lainnya memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi domestik dan rantai logistik nasional.
Di sisi lain, pemerintah AS juga memperluas cakupan produk turunan yang dikenakan tarif dengan memasukkan pelat litografi aluminium dan rak baja. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah praktik penghindaran tarif yang selama ini berpotensi mengurangi efektivitas kebijakan perdagangan AS.
Struktur tarif baru akan mulai berlaku pada 8 Juni 2026. Untuk produk yang berasal dari negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Uni Eropa, Inggris, dan Taiwan, tarif efektif secara umum akan dibatasi hingga 15% apabila tarif yang berlaku sebelumnya berada di bawah level tersebut.
Sementara itu, untuk impor dari Kanada dan Meksiko, produk yang memenuhi ketentuan dalam perjanjian dagang USMCA hanya akan dikenakan tarif 25% pada komponen yang tidak berasal dari AS. Namun, tarif efektif yang dikenakan tetap tidak boleh lebih rendah dari 15%.
Trump telah menjadikan tarif Pasal 232 sebagai salah satu kebijakan utama sejak masa jabatan pertamanya. Pemerintah AS mengklaim kebijakan tersebut telah membantu meningkatkan kapasitas produksi baja domestik sekaligus mendorong investasi baru di sektor baja, aluminium, dan tembaga.
Beberapa proyek yang disebut mendapat dorongan dari kebijakan tersebut antara lain pembangunan smelter aluminium di Oklahoma yang didukung oleh Century Aluminum dan Emirates Global Aluminium. Selain itu, perusahaan tambang global seperti Rio Tinto, Highland Copper, dan Ivanhoe Electric juga tengah menyiapkan ekspansi investasi.
Langkah terbaru ini menunjukkan bahwa pemerintahan Trump masih melanjutkan strategi proteksi industri nasional melalui tarif, sembari memberikan kelonggaran terbatas bagi sektor-sektor yang dinilai penting bagi aktivitas manufaktur dan pertumbuhan ekonomi AS.
Baca Juga: Trump Akan Kenakan Tarif Baru 25% atas Impor Brasil, Ini Sektor yang Terdampak













