kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

CXMT Jajaki Pembangunan Pabrik Chip Memori Baru di Beijing


Senin, 03 Agustus 2026 / 15:41 WIB
CXMT Jajaki Pembangunan Pabrik Chip Memori Baru di Beijing
ILUSTRASI. Produsen chip memori terbesar di China CXMT, tengah mempertimbangkan pembangunan pabrik chip memori kedua di Beijing (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen chip memori terbesar di China berdasarkan kapitalisasi pasar, CXMT, tengah mempertimbangkan pembangunan pabrik chip memori kedua di Beijing. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi di tengah lonjakan permintaan chip global yang dipicu oleh pesatnya investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Mengutip Reuters, Senin (3/8/2026), dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan CXMT juga sedang melakukan pembicaraan pendanaan dengan kawasan manufaktur teknologi yang didukung pemerintah daerah Beijing.

Rencana ekspansi ini menunjukkan semakin ketatnya persaingan antar pemerintah daerah di China untuk menarik investasi CXMT.

Perusahaan tersebut kini tengah melakukan ekspansi besar-besaran setelah meraup dana sebesar US$ 8,6 miliar melalui penawaran umum perdana saham (IPO) bulan lalu, yang menjadi pencatatan saham perusahaan semikonduktor terbesar dalam sejarah pasar modal China daratan.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok Lebih dari 5% Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran

Sebelumnya, Reuters melaporkan CXMT juga tengah membangun fasilitas produksi baru di Shanghai dan Hefei, serta berdiskusi dengan pemerintah daerah lain mengenai pembangunan pabrik tambahan. Jika seluruh proyek tersebut beroperasi penuh, kapasitas produksi perusahaan diperkirakan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi lebih dari 600.000 wafer per bulan.

Pabrik Baru Berlokasi di Yizhuang

Menurut sumber Reuters, pabrik baru berukuran wafer 12 inci itu akan dibangun di kawasan Yizhuang, sekitar 20 kilometer di tenggara pusat Kota Beijing. Saat ini CXMT telah mengoperasikan satu fasilitas produksi dynamic random access memory (DRAM) di kawasan tersebut.

Sumber yang enggan disebutkan namanya karena pembahasan masih bersifat rahasia itu mengatakan CXMT tengah mengupayakan dukungan pendanaan sedikitnya 60 juta yuan atau sekitar US$ 8,9 juta dari otoritas Beijing Economic-Technological Development Area. Sejumlah perusahaan teknologi milik negara juga disebut telah menyatakan minat untuk ikut berpartisipasi dalam pendanaan proyek tersebut.

Meski demikian, pembicaraan masih berada pada tahap awal sehingga nilai maupun struktur pendanaan masih berpotensi berubah. Belum diketahui apakah dana tersebut akan disalurkan langsung oleh otoritas kawasan pengembangan atau melalui perusahaan investasi miliknya.

CXMT maupun Pemerintah Kota Beijing belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Hingga kini, kapasitas produksi maupun nilai investasi total pabrik yang direncanakan tersebut belum diungkapkan. Sebagai gambaran, pembangunan fasilitas produksi DRAM berteknologi mutakhir umumnya membutuhkan investasi lebih dari US$ 10 miliar.

Baca Juga: Shell Jual Bisnis Energi Terbarukan di Eropa kepada TotalEnergies, Fokus Migas

Saat ini CXMT mengoperasikan dua pabrik DRAM wafer 12 inci di Hefei dan satu fasilitas di Beijing, masing-masing dengan kapasitas sekitar 100.000 wafer per bulan, menurut sumber tersebut.

Didukung Tren Permintaan Chip AI

Pembicaraan pembangunan fasilitas baru dimulai sebelum debut saham CXMT di bursa pekan lalu. Dana segar dari IPO tersebut memperkuat kemampuan perusahaan untuk mempercepat ekspansi di tengah siklus kenaikan industri chip memori yang didorong permintaan dari infrastruktur AI, pusat data (data center), dan perangkat elektronik konsumen.

Sejak melantai di bursa, harga saham CXMT telah naik sekitar 13%.

CXMT kini menjadi salah satu pilar penting dalam strategi pemerintah China membangun industri semikonduktor yang mandiri sekaligus mempersempit ketertinggalan dari Amerika Serikat dalam teknologi strategis seperti AI, di tengah persaingan teknologi yang semakin sengit antara kedua negara.

Meski telah menjadi produsen DRAM terbesar keempat di dunia, skala bisnis CXMT masih jauh di bawah tiga pemain utama industri, yakni Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology. Berdasarkan data Counterpoint Research, ketiga perusahaan tersebut secara bersama-sama menguasai hampir 90% pangsa pasar DRAM global pada kuartal I.

Namun di pasar domestik China, dominasi CXMT terus menguat. Reuters sebelumnya melaporkan perusahaan bahkan mulai menaikkan harga jual chip kepada sejumlah pelanggan besar, termasuk Huawei.

Mengadopsi "Model Hefei"

Pesatnya pertumbuhan CXMT tidak lepas dari penerapan "Model Hefei", yakni strategi Pemerintah Kota Hefei di Provinsi Anhui yang menggunakan pendanaan negara untuk membangun dan mengembangkan perusahaan-perusahaan teknologi strategis.

Baca Juga: Rusia Perketat Keamanan Kapal di Laut Hitam, Siapkan Jalur Kargo Alternatif

Selain Hefei, pemerintah Beijing dan Shanghai juga memberikan dukungan pendanaan serta berbagai bentuk bantuan lain kepada CXMT agar dapat memperoleh manfaat ekonomi maupun strategis dari pertumbuhan perusahaan tersebut, menurut sumber lain yang mengetahui langsung pembahasan tersebut.

Pemerintah Kota Shanghai belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Fasilitas produksi CXMT di Beijing, yang dioperasikan melalui Changxin Jidian, didirikan pada 2020 dan memperoleh pendanaan dari E-Town Capital, perusahaan investasi milik pemerintah kawasan Yizhuang, beserta afiliasinya Beijing E-Town Technology, berdasarkan catatan perusahaan.

Kawasan pengembangan ekonomi Beijing tersebut kini menjadi salah satu pusat manufaktur teknologi di China. Sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di kawasan itu antara lain produsen chip kontrak SMIC, produsen peralatan semikonduktor Naura Technology, serta perusahaan teknologi Xiaomi.

Selain industri semikonduktor, kawasan tersebut juga diposisikan sebagai pusat pengembangan robotika dan AI. Tahun lalu, kawasan itu menjadi tuan rumah ajang yang disebut penyelenggara sebagai maraton robot humanoid pertama di dunia, sebagai bagian dari upaya mempromosikan sekaligus menguji teknologi AI yang terintegrasi dengan robot fisik (embodied AI).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×