kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

AS Bakal Terapkan Aturan Baru, 82% Komponen Mobil Harus Lokal Paksa Pabrik Pindah


Jumat, 29 Mei 2026 / 23:56 WIB
AS Bakal Terapkan Aturan Baru, 82% Komponen Mobil Harus Lokal Paksa Pabrik Pindah
ILUSTRASI. USA-AUTOS/ (Reuters/GARY CAMERON)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintah Amerika Serikat mengusulkan peningkatan jumlah kandungan bahan baku untuk kendaraan yang diproduksi di Amerika Utara menjadi 82%. Ini agar dapat memenuhi syarat tarif preferensial di bawah kesepakatan dagang Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada (USMCA).

Usulan tersebut mencakup ketentuan bahwa 50% dari nilai kandungan kendaraan harus diproduksi di Amerika Serikat, menurut empat sumber yang mengetahui posisi negosiasi Washington.

Proposal itu disampaikan dalam pembicaraan revisi USMCA yang berlangsung minggu ini di Mexico City antara Amerika Serikat dan Mexico. Namun, Canada tidak dilibatkan dalam perundingan tersebut.

Baca Juga: Konflik Geopolitik Baru, Armenia Terancam Ditinggalkan Blok Eurasia

Jika disetujui, ketentuan ini akan menjadi perubahan besar dibanding aturan USMCA saat ini yang mensyaratkan 75% kandungan bahan lokal untuk kendaraan ringan agar mendapat perlakuan tarif preferensial. Untuk komponen inti (core parts), aturan yang berlaku saat ini berada di kisaran 40%–45% kandungan dari wilayah berupah tinggi seperti AS dan Kanada.

Dalam usulan terbaru, tidak ada ketentuan yang menghitung kontribusi komponen dari Kanada dalam perhitungan kandungan lokal, sebuah langkah yang dinilai dapat mengubah struktur rantai pasok otomotif di kawasan.

Pejabat perdagangan AS disebut ingin menegosiasikan ulang aturan asal kendaraan (rules of origin) terlebih dahulu dengan Meksiko sebelum kemudian menawarkan kesepakatan tersebut kepada Kanada dalam format “ambil atau tinggalkan”.

USMCA sendiri mulai berlaku pada 2020 untuk menggantikan NAFTA 1994 dan membentuk kawasan perdagangan bebas dengan nilai perdagangan tahunan sekitar US$ 1,6 triliun.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan perdagangan AS di bawah Trump semakin proteksionis. Pemerintah AS sebelumnya juga memberlakukan tarif 25% untuk kendaraan dan komponen dari Kanada dan Meksiko, serta tarif hingga 50% untuk baja, aluminium, dan tembaga dari kedua negara tersebut.

Perubahan aturan ini diperkirakan akan berdampak besar pada produsen otomotif global yang memiliki rantai pasok terintegrasi di Amerika Utara. Industri menilai usulan tersebut dapat memaksa relokasi produksi ke AS untuk memenuhi persyaratan kandungan lokal yang lebih ketat.

Baca Juga: Trump Siapkan Keputusan Final soal Iran dan Selat Hormuz Hari Ini (29/5)

Menurut pelaku industri, kemungkinan besar negosiator perdagangan AS Jamieson Greer akan mencoba menyepakati ketentuan dengan Meksiko terlebih dahulu sebelum mengajukannya ke Kanada sebagai paket final.

Sementara itu, kepastian mengenai cara perhitungan detail kandungan 82% tersebut masih belum dijelaskan secara resmi oleh pihak AS.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×