kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   0,00   0,00%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

AS Pertimbangkan Tindakan Keras Baru Bagi Perusahaan Telekomunikasi China


Jumat, 10 April 2026 / 06:06 WIB
AS Pertimbangkan Tindakan Keras Baru Bagi Perusahaan Telekomunikasi China
ILUSTRASI. FCC berencana melarang tiga raksasa telekomunikasi China beroperasi di AS


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Badan Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (AS) alias FCC kemungkinan bakal melarang tiga perusahaan telekomunikasi besar China untuk mengoperasikan pusat data di AS dan dapat melarang operator telekomunikasi untuk terhubung dengan operator China tersebut.

FCC menyatakan, telah menyimpulkan bahwa mereka harus melarang operator telekomunikasi AS dan lainnya yang beroperasi di AS untuk melakukan interkoneksi dengan perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam apa yang disebut "Daftar Tercakup" yang menurut FCC menimbulkan kekhawatiran keamanan nasional. Ketiga operator China yang dimaksud adalah China Mobile, China Telecom, dan China Unicom.

FCC juga mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melarang perusahaan telekomunikasi China yang memiliki pusat data atau yang disebut "Titik Kehadiran" yang berada di titik pertukaran internet untuk melakukan interkoneksi dengan perusahaan lain. 

FCC menambahan, sedang mempertimbangkan untuk memperluas larangan penyediaan layanan telekomunikasi AS kepada beberapa afiliasi perusahaan yang termasuk dalam daftar keamanan nasional.

Baca Juga: Gedung Putih: Staf Dilarang Pasang Taruhan Terkait Perang Iran

FCC juga dapat melarang operator telekomunikasi untuk melakukan interkoneksi dengan perusahaan yang telah memasang peralatan dari perusahaan yang termasuk dalam daftar tersebut, termasuk Huawei dan ZTE.

FCC berencana untuk melakukan pemungutan suara awal atas proposal tersebut pada pertemuan tanggal 30 April.

Kedutaan Besar China di Washington mengatakan China "secara konsisten menentang perluasan konsep keamanan nasional dan penyalahgunaan kekuasaan negara untuk menekan perusahaan-perusahaan China." FCC telah secara agresif bertindak untuk menindak Beijing.

Pada tanggal 15 Oktober, FCC mengatakan akan mencabut kemampuan HKT, operator telekomunikasi terkemuka Hong Kong dan anak perusahaan PCCW, untuk beroperasi di AS, dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional.

Pada bulan Desember, FCC mengatakan dapat melarang China Mobile, Telecom, dan Unicom untuk terhubung ke jaringan AS, dalam upaya untuk mencegah panggilan otomatis (robocalls).

Sebelumnya, FCC telah melarang ketiga perusahaan tersebut beroperasi di AS. Pada tahun 2019, FCC menolak tawaran China Mobile untuk menyediakan layanan telekomunikasi AS. 

Lalu, FCC mencabut izin operasi AS untuk China Unicom, Pacific Networks, dan anak perusahaan sepenuhnya miliknya, ComNet, pada tahun 2021, serta China Telecom Americas pada tahun 2022.

Baca Juga: Harga Minyak Rebound Usai Israel Berencana Lakukan Pembicaraan Damai dengan Lebanon

Pada hari Rabu, FCC mengatakan bahwa mereka juga akan melakukan pemungutan suara pada tanggal 30 April mengenai proposal untuk melarang semua laboratorium China menguji perangkat elektronik seperti ponsel pintar, kamera, dan komputer untuk digunakan di AS, memperluas tindakan sebelumnya yang menargetkan Beijing.

Jumat lalu, FCC mengusulkan untuk melarang impor peralatan dari produsen China yang termasuk dalam Daftar Cakupannya. Pada tahun 2022, lembaga tersebut melarang persetujuan model baru oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Pada bulan Desember, FCC melarang impor semua model baru drone buatan China dan bulan lalu melarang impor model baru router konsumen buatan China, yaitu perangkat yang menghubungkan komputer, telepon, dan perangkat pintar ke internet.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×