kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.968   9,00   0,05%
  • IDX 5.936   33,19   0,56%
  • KOMPAS100 789   6,22   0,79%
  • LQ45 596   6,16   1,05%
  • ISSI 204   1,88   0,93%
  • IDX30 338   3,09   0,92%
  • IDXHIDIV20 418   4,58   1,11%
  • IDX80 89   0,61   0,69%
  • IDXV30 112   0,89   0,80%
  • IDXQ30 109   1,27   1,18%

Sentimen Bisnis Jepang Memburuk untuk Pertama Kalinya dalam Setahun, Apa Pemicunya?


Kamis, 11 Juni 2026 / 08:14 WIB
Sentimen Bisnis Jepang Memburuk untuk Pertama Kalinya dalam Setahun, Apa Pemicunya?
ILUSTRASI. New-Japan-Yen-s-Bills (Masahiro Sugimoto/The Yomiuri Shimbun via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Sentimen bisnis di Jepang memburuk pada kuartal II-2026 seiring meningkatnya dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah yang menekan aktivitas dunia usaha.

Survei pemerintah Jepang yang dirilis Kamis (11/6/2026) menunjukkan, indeks sentimen perusahaan besar turun menjadi minus 0,5 poin pada periode April-Juni 2026.

Angka tersebut berbalik melemah dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencatatkan level positif 4,4 poin pada Januari-Maret 2026.

Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup Iran, Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari 2% Kamis (11/6)

Penurunan ini menjadi yang pertama dalam empat kuartal terakhir dan mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi global.

Sementara itu, sentimen di kalangan perusahaan kecil juga mengalami pelemahan yang lebih dalam. Indeks kepercayaan bisnis perusahaan kecil turun menjadi minus 17,6 poin dari sebelumnya minus 12,9 poin.

Data tersebut berasal dari survei yang disusun oleh Kementerian Keuangan Jepang.

Indeks sentimen bisnis dihitung berdasarkan selisih antara jumlah perusahaan yang menyatakan kondisi bisnis membaik dan perusahaan yang menilai kondisi bisnis memburuk.

Melemahnya sentimen dunia usaha menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah mulai memberikan tekanan terhadap aktivitas ekonomi Jepang, terutama melalui kenaikan harga energi dan meningkatnya ketidakpastian global.

Baca Juga: Iran Resmi Tutup Selat Hormuz Usai Serangan Terbaru AS

Sebagai negara pengimpor energi utama, Jepang sangat sensitif terhadap gejolak harga minyak dunia yang meningkat sejak memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah dan gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz.

Kondisi tersebut berpotensi menambah tantangan bagi pemulihan ekonomi Jepang yang masih menghadapi tekanan inflasi dan perlambatan permintaan global.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×