kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.877   94,00   0,53%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Harga Minyak Naik saat Iran & AS Mengajukan Tuntutan Terkait Pembukaan Selat Hormuz


Selasa, 11 Agustus 2026 / 14:59 WIB
Harga Minyak Naik saat Iran & AS Mengajukan Tuntutan Terkait Pembukaan Selat Hormuz
ILUSTRASI. Harga minyak mentah jenis Brent dan WTI kompak menguat 1,6% pada tengah hari ini (11/8/2026) dengan ketegangan pembukaan Selat Hormuz (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga minyak naik lebih dari 1% pada hari ini karena harapan akan adanya kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz memudar setelah Presiden Donald Trump menuntut kompensasi atas kerugian dari Teheran.

Selasa (11/8/2026) pukul 14.30 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Oktober 2026 naik US$ 1,4 atau 1,6% menjadi US$ 89,12 per barel.

Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman September 2026 naik US$ 1,35 atau 1,64% ke US$ 83,48 per barel.

Kedua harga acuan tersebut naik lebih dari 5% pada hari Senin ke level tertinggi sejak 31 Juli, setelah Trump menanggapi syarat Iran untuk kesepakatan damai dengan tuntutannya sendiri agar Iran membayar kompensasi bagi korban tewas dalam perang, serangan, dan protes—hal yang kemungkinan akan mempersulit upaya pembukaan kembali Selat Hormuz.

Kemudian pada hari yang sama, ia menambahkan bahwa AS memegang kendali atas selat tersebut dan telah menyisir jalur air minyak strategis itu dari ranjau Iran.

Baca Juga: El Nino Super Mengintai, Begini Kondisi Stok Pangan Dunia Saat Ini

"Tampaknya ada jurang pemisah—tanpa bermaksud melontarkan permainan kata—antara AS dan Iran mengenai seperti apa sebenarnya bentuk kesepakatan tersebut," ujar Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade.

"Akibatnya, sebagian optimisme yang terbangun pekan lalu mulai memudar, sehingga mendorong harga minyak ke tren penguatan."

Sementara itu, Saudi Aramco telah menunda dimulainya kembali operasi kilang Jazan berkapasitas 400.000 barel per hari hingga 30 Agustus, setelah kelompok Houthi mengklaim telah melakukan dua serangan terhadap fasilitas tersebut pada hari Minggu.

"Risiko hambatan akses di Selat Hormuz maupun Bab el-Mandeb tetap sangat signifikan. Bahkan pembatasan yang bersifat sementara atau ancaman insiden lanjutan membuat biaya asuransi tetap tinggi dan memaksa penggunaan rute pelayaran yang lebih panjang... sehingga aliran energi kemungkinan akan tetap terbatas dalam waktu dekat," ujar Waterer.

Dalam sebuah catatan pada hari Senin, analis Barclays menyebutkan bahwa pada pekan yang berakhir tanggal 7 Agustus, ekspor bersih minyak mentah dan produk olahan melalui Selat Hormuz rata-rata mencapai 3 juta barel per hari, turun dari 4,4 juta barel per hari pada pekan sebelumnya.

Data pelayaran menunjukkan bahwa lalu lintas kapal yang melewati Selat Hormuz turun menjadi enam kapal pada hari Senin, dibandingkan dengan rata-rata 10 hari terakhir yang mencapai sekitar 11 kapal.

Baca Juga: Trump Minta Iran Bayar Kompensasi Perang, Selat Hormuz Makin Sulit Dibuka

Di sisi lain, minyak terus mengalir melewati kedua titik blokade tersebut melalui metode transfer antar-kapal (*ship-to-ship*) dan jalur darat alternatif. Jika aliran ini terus berlanjut, pasar kemungkinan akan tetap berada dalam kondisi stagnan, dengan harga yang secara umum bergerak dalam kisaran US$ 75 hingga US$ 95, kata analis IG, Tony Sycamore.

Sementara itu, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) menawarkan minyak mentah untuk pasar spot melalui tender—tender kedelapan yang mereka gelar sejak awal Juni—sebagai upaya perusahaan minyak negara UEA tersebut untuk memindahkan minyak dari wilayah di dalam Selat Hormuz.


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×