Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kanada dan Amerika Serikat (AS) tengah membahas kemungkinan kesepakatan dagang yang dapat membuat Ottawa memenuhi sejumlah tuntutan perdagangan pemerintahan Presiden Donald Trump sebagai imbalan atas keringanan sebagian tarif sektoral.
Menurut laporan Globe and Mail pada Jumat (7/8/2026), yang mengutip sejumlah sumber, kedua negara telah membahas proposal secara mendalam dan saling bertukar posisi dalam perundingan secara tertulis. Namun, hingga kini belum tercapai kesepakatan final.
Reuters belum dapat segera memverifikasi laporan tersebut. Gedung Putih dan Kantor Perdana Menteri Kanada juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif sebesar 50% terhadap berbagai produk impor dari Kanada yang dijadwalkan mulai berlaku pada 19 Agustus 2026. Kantor Perwakilan Dagang AS menyebut tarif tersebut akan dikenakan terhadap impor dari Kanada senilai hampir US$20 miliar.
Adapun sepanjang 2025, AS mengimpor barang dari Kanada dengan nilai sekitar US$382 miliar.
Baca Juga: Harga Emas Melonjak 2,6%, Tembus Level Tertinggi dalam 7 Pekan
Perdana Menteri Kanada Mark Carney sebelumnya menyatakan bahwa pemerintahannya menginginkan kesepakatan secara menyeluruh, bukan kesepakatan parsial.
Kanada Siapkan Sejumlah Konsesi Perdagangan
Dalam pembahasan tersebut, Kanada disebut bersedia memberikan sejumlah konsesi dalam isu perdagangan. Salah satunya adalah mencabut tarif balasan terhadap produk AS, termasuk kendaraan bermotor.
Selain itu, Kanada disebut akan membuka kembali akses produk alkohol asal AS ke rak-rak toko, menghapus pembatasan pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah provinsi, serta menyetujui interpretasi AS mengenai mekanisme pembagian kuota produk susu.
Namun, sejumlah persoalan, termasuk pengadaan kembali produk alkohol AS di toko-toko, berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi di Kanada.
Menteri Kanada yang bertanggung jawab atas hubungan perdagangan dengan AS, Dominic LeBlanc, mengatakan pejabat Kanada telah melakukan pertemuan dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer di Washington pada Kamis.
LeBlanc menyebut pertemuan tersebut sebagai "pertemuan yang konstruktif dan mendalam."
Baca Juga: Saham Global Cetak Kenaikan Mingguan Terkuat Sejak Mei 2026
Hubungan Kanada-AS Memanas
Hubungan perdagangan antara Kanada dan AS mengalami tekanan sejak Trump kembali menduduki Gedung Putih tahun lalu.
Pemerintahan Trump telah memberlakukan tarif secara luas terhadap Kanada. Trump juga sebelumnya menyerukan agar Kanada menjadi negara bagian ke-51 AS, pernyataan yang mendapat penolakan keras dari pemerintah Kanada.
Potensi kesepakatan dagang terbaru menjadi penting bagi kedua negara mengingat besarnya nilai perdagangan bilateral. Bagi Kanada, tercapainya kesepakatan dengan Washington dapat membantu mengurangi tekanan tarif sekaligus menjaga akses produk Kanada ke pasar AS.
Sementara bagi AS, kesediaan Kanada memenuhi sejumlah tuntutan perdagangan dapat menjadi bagian dari upaya pemerintahan Trump untuk memperkuat posisi dalam negosiasi perdagangan dengan mitra dagangnya.
Jika kesepakatan dapat dicapai sebelum tarif baru berlaku pada 19 Agustus, Kanada berpotensi memperoleh keringanan dari sebagian tarif sektoral yang saat ini menjadi salah satu sumber utama ketegangan perdagangan kedua negara.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
