kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Asap Tebal Muncul Dekat Bandara Riyadh, Arab Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya


Sabtu, 19 September 2026 / 18:57 WIB
Asap Tebal Muncul Dekat Bandara Riyadh, Arab Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya
ILUSTRASI. Bendera Arab Saudi (KONTAN/Fenie Chintya)


Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - RIYADH. Kepulan asap besar terlihat di dekat bandara utama Riyadh pada hari Sabtu (19/9) setelah terdengar suara ledakan dan Arab Saudi mengirimkan peringatan bahaya pada malam sebelumnya terkait potensi ancaman di sekitar ibu kota, di tengah eskalasi serangan oleh kelompok Houthi Yaman.

Video dan foto Reuters memperlihatkan kolom asap hitam pekat membubung di area tersebut, dengan jalan raya bandara, gedung terminal utama, dan fasilitas lainnya terlihat di latar depan.

Belum ada komentar langsung dari kantor media pemerintah Saudi menanggapi pertanyaan Reuters mengenai asap tersebut dan peringatan yang dikirimkan pada malam sebelumnya.

Baca Juga: Bisnis Porsche Tertekan, Volkswagen Bakal PHK Lebih dari 4.000 Pekerja

Badan pertahanan sipil Saudi mengirimkan peringatan melalui telepon pada malam hari mengenai potensi bahaya di Riyadh dan kota Al-Kharj di sebelah timur ibu kota, sebelum mencabut peringatan tersebut pada Sabtu pagi. Seorang jurnalis Reuters di kawasan Olaya, Riyadh, mendengar suara ledakan sebelum peringatan bahaya dicabut.

Meskipun beberapa peringatan sempat dikeluarkan di Riyadh tahun ini setelah dimulainya ketegangan antara AS dan Iran, peringatan kali ini merupakan yang pertama sejak eskalasi konflik dengan Houthi dimulai pada bulan Juli.

Kelompok Houthi, yang menguasai wilayah terpadat di Yaman dan sebagian besar wilayah utara, telah melancarkan serangan ke arah Arab Saudi sejak mengumumkan blokade laut terhadap Riyadh pada bulan Juli, termasuk serangan yang menargetkan kapal-kapal Saudi di Laut Merah.

Serangan-serangan tersebut telah menciptakan ancaman baru bagi pasokan minyak global, serta membahayakan rute alternatif utama Laut Merah untuk ekspor negara-negara Teluk di saat lalu lintas melalui Selat Hormuz masih terhambat.

Pada hari Jumat, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan bahwa kelompoknya telah menggagalkan upaya kriminal yang tidak disebutkan secara rinci di ibu kota Yaman, Sanaa. Ia menyalahkan Arab Saudi dan bersumpah akan melakukan pembalasan.

Kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut menyatakan bahwa Angkatan Udara Saudi telah melancarkan ratusan serangan udara terhadap mereka dalam beberapa hari terakhir.

Dewan Keamanan PBB dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat mengutuk keras serangan berkelanjutan Houthi terhadap Kerajaan Arab Saudi, termasuk serangan yang berdampak pada infrastruktur sipil dan energi, yang telah mengakibatkan jatuhnya korban luka di kalangan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Dalam pernyataan tersebut, Dewan Keamanan juga mengutuk eskalasi militer Houthi di Yaman.

Baca Juga: Kualitas Udara Singapura Kembali Tak Sehat, PSI Tembus 108




TERBARU

[X]
×