kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Dua Ledakan Terdengar di Riyadh, Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya


Sabtu, 19 September 2026 / 08:36 WIB
Dua Ledakan Terdengar di Riyadh, Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya
ILUSTRASI. Negara Dengan Cadangan Devisa Terbesar di Dunia - Arab Saudi (DOK/sama.gov.sa)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – RIYADH. Situasi keamanan di Arab Saudi kembali memanas. Otoritas pertahanan sipil Saudi mengeluarkan peringatan potensi bahaya di Riyadh dan Kota Al-Kharj, di sebelah timur ibu kota, setelah meningkatnya serangan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran.

Peringatan tersebut dikeluarkan pada Sabtu (19/9/2026) dini hari. Tak lama kemudian, pertahanan sipil Saudi menyatakan kondisi telah aman dan mengeluarkan pemberitahuan all-clear.

Peringatan tersebut menjadi yang pertama untuk Riyadh sejak kelompok Houthi di negara tetangga Yaman meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi.

Seorang jurnalis Reuters di Riyadh melaporkan mendengar dua suara ledakan di kawasan Olaya, salah satu area di ibu kota Saudi.

Baca Juga: Biaya Visa H-1B US$ 100.000 Diperpanjang Trump hingga September 2027

Peringatan itu muncul beberapa jam setelah juru bicara militer Houthi mengatakan kelompok tersebut telah menggagalkan sejumlah upaya kriminal yang tidak dijelaskan secara rinci di ibu kota Yaman, Sanaa. Houthi menuduh Arab Saudi terlibat dalam upaya tersebut dan mengancam akan memberikan respons.

Kelompok Houthi menguasai wilayah terpadat di Yaman serta sebagian besar wilayah utara negara tersebut. Sejak menyatakan blokade laut terhadap Arab Saudi pada Juli, kelompok tersebut telah melancarkan serangkaian serangan ke arah Saudi, termasuk menargetkan kapal-kapal Saudi di Laut Merah.

Dalam perkembangan terbaru, Houthi juga mengklaim telah menguasai seluruh pesisir Laut Merah Yaman sejak pekan lalu melalui serangan cepat.

Kelompok tersebut menuding Angkatan Udara Arab Saudi telah melakukan ratusan serangan udara dalam beberapa hari terakhir.

Peningkatan serangan ini menambah ketegangan di kawasan Teluk dan memperluas dampak konflik Yaman terhadap keamanan Arab Saudi, khususnya di sekitar ibu kota dan jalur pelayaran di Laut Merah.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×