Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - NAGOYA, JEPANG. Asian Games ke-20 akan dibuka di Nagoya pada hari Sabtu (19/9). Pihak penyelenggara berada dalam posisi defensif menyusul serangkaian kesalahan operasional dan masalah logistik selama masa persiapan.
Lima tahun setelah Olimpiade Tokyo berlangsung di stadion tanpa penonton akibat pembatasan COVID-19, Jepang akan menyambut para penggemar dalam upacara pembukaan yang megah di Stadion Atletik Mizuho Park mulai pukul 18.00 waktu setempat (09.00 GMT).
Panitia penyelenggara lokal berharap upacara tersebut berjalan lancar tanpa hambatan dan mampu memberikan momentum positif bagi ajang ini, menyusul banyaknya keluhan dari para atlet dan ofisial terkait akomodasi serta transportasi.
Baca Juga: Serangan Hiu Tewaskan Perenang, Pantai di Perth Ditutup hingga Minggu
Reputasi Jepang akan ketepatan dan efisiensinya tengah mendapat sorotan saat negara itu menyambut lebih dari 11.000 atlet dari 45 negara dan wilayah yang akan memperebutkan 369 medali emas dalam program yang mencakup 43 cabang olahraga.
Alih-alih membangun perkampungan khusus atlet, penyelenggara menempatkan para atlet dan offisial di berbagai lokasi—mulai dari kamar hotel, kontainer kayu sementara, hingga kapal pesiar yang bersandar di teluk—sebagai langkah penghematan biaya.
Beberapa delegasi tim nasional, termasuk tuan rumah Jepang, menilai pengaturan tersebut kurang memadai; mereka mengeluhkan adanya kekeliruan dan pemesanan ganda, sementara Korea Selatan menyatakan bahwa kontainer di Garden Pier terlalu sempit bagi para pemain bola basket mereka.
Dewan Kriket India mengambil langkah sendiri dengan mengatur agar tim kriket putra menginap di hotel terpisah akibat terbatasnya alokasi tempat tidur dari penyelenggara.
Delegasi juga mengeluhkan waktu tunggu yang lama saat proses pendaftaran atlet setibanya di lokasi, serta masalah bus yang terlambat datang atau mengantar atlet ke lokasi pertandingan yang salah.
Dewan Olimpiade Asia (OCA), yang menyelenggarakan ajang empat tahunan ini, mengakui adanya masalah-masalah tersebut pada hari Sabtu namun menganggapnya sebagai kendala awal yang wajar terjadi.
"Dari apa yang saya lihat, otoritas setempat di sini telah mengatasi berbagai masalah yang muncul, dan saya rasa kini setelah semua orang menempati akomodasi masing-masing, diharapkan segalanya akan berjalan sesuai rencana," ujar Presiden OCA, Sheikh Joaan bin Hamad Al Thani, kepada para wartawan.
Penyelenggara berharap upacara pembukaan yang disutradarai oleh Yukihiko Tsutsumi ini dapat menjadi penanda berakhirnya masa persiapan yang penuh kendala tersebut.
Tema ajang ini, "Harmonic Heart Beat" (Detak Jantung yang Harmonis), dimaksudkan untuk menyuarakan solidaritas Asia dalam sebuah perhelatan yang kerap diwarnai ketegangan geopolitik dan dendam masa lalu.
Baca Juga: Moody’s Pangkas Rating Utang Polandia Jadi A3, Efek Defisit Fiskal dan Beban Utang
Namun, harapan akan penyelenggaraan pesta olahraga yang damai telah terusik oleh sejumlah insiden bahkan sebelum acara resmi dibuka.
Delegasi Taiwan sempat menolak untuk mengikuti upacara penyambutan pada hari Jumat setelah menteri olahraga sekaligus mantan juara Olimpiade, Lee Yang, dilarang hadir dalam acara tersebut.
Tim hoki putra Korea Selatan merasa kecewa ketika lagu kebangsaan Korea Utara—bukan lagu kebangsaan mereka sendiri—diperdengarkan di stadion menjelang pertandingan.
Meskipun kompetisi untuk cabang olahraga seperti bola basket, sepak bola, dan lainnya telah dimulai, medali emas pertama baru akan diperebutkan pada hari Minggu, kemungkinan besar dari cabang triatlon.
Kompetisi renang tingkat tinggi akan dimulai di Tokyo pada hari Minggu, menampilkan pemegang rekor dunia gaya bebas 100 meter asal Tiongkok, Pan Zhanle, serta atlet sensasional berusia 13 tahun, Yu Zidi.
Selain cabang olahraga Olimpiade tradisional, ajang ini juga akan mempertandingkan olahraga populer di kawasan Asia seperti kabaddi dan sepak takraw, serta berbagai cabang olahraga modern yang unik.
Esports kembali memperebutkan medali setelah debutnya di Hangzhou, sementara teqball—perpaduan antara tenis meja dan sepak bola—serta "taekwondo virtual" akan tampil untuk pertama kalinya dalam ajang ini.
Baca Juga: Ketegangan China-Filipina Memanas, Kapal Penjaga Pantai Terlibat Tabrakan














