Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Defisit anggaran federal Amerika Serikat (AS) melebar tajam pada Juni 2026 setelah pemerintah mengembalikan dana tarif impor yang sebelumnya diberlakukan Presiden Donald Trump. Departemen Keuangan AS mencatat defisit anggaran mencapai US$ 120 miliar, berbalik dari surplus US$ 27 miliar pada Juni tahun lalu.
Melansir Reuters (14/7), pelebaran defisit dipicu lonjakan pembayaran refund tarif yang telah dinyatakan ilegal oleh Mahkamah Agung AS. Pada Juni, pemerintah membukukan penerimaan bea masuk sebesar US$ 23,6 miliar, tetapi harus mengembalikan US$ 49,2 miliar kepada importir. Alhasil, terjadi arus kas keluar bersih dari pos tarif sebesar US$ 25,6 miliar.
Refund tersebut mulai dibayarkan sejak Mei 2026 setelah Mahkamah Agung pada Februari membatalkan tarif global Trump yang diterapkan berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA). Nilai pengembalian dana pada Juni bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan Mei yang mencapai US$ 22 miliar.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan Juni 2025, ketika penerimaan bersih dari bea masuk mencapai US$ 26,6 miliar dan untuk pertama kalinya melampaui US$ 100 miliar dalam satu tahun fiskal. Saat itu, pemerintah menyebut lonjakan penerimaan tarif sebagai bukti keberhasilan kebijakan perdagangan Trump.
Meski demikian, kebijakan tarif AS masih belum memiliki arah yang pasti. Tarif global sementara sebesar 10% dijadwalkan berakhir pada 24 Juli, sementara pemerintah tengah menyiapkan pungutan baru terhadap negara-negara yang dinilai lemah dalam penegakan aturan anti-kerja paksa serta memiliki kapasitas industri berlebih.
Baca Juga: Trump Berlakukan Lagi Blokade Iran, AS Kenakan Tarif Kargo 20% di Selat Hormuz
Di sisi lain, seorang hakim federal menilai proses banding pemerintah atas putusan pengembalian tarif ilegal telah memperlambat pembayaran refund. Hingga akhir Juni, total refund yang telah dibayarkan mencapai sekitar US$ 71 miliar, atau setara 42% dari total tarif berbasis IEEPA yang memenuhi syarat untuk dikembalikan.
Lonjakan refund turut menekan penerimaan negara pada Juni. Total penerimaan pemerintah turun 6% secara tahunan menjadi US$ 496 miliar, meskipun Juni biasanya menjadi periode dengan penerimaan pajak yang tinggi. Sementara itu, belanja pemerintah meningkat 23% menjadi US$ 616 miliar, sehingga memperlebar defisit anggaran.
Secara kumulatif, defisit anggaran AS pada sembilan bulan pertama tahun fiskal 2026 mencapai US$ 1,367 triliun, naik 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selama periode tersebut, penerimaan negara naik 4% menjadi US$ 4,151 triliun, sedangkan belanja pemerintah meningkat 3% menjadi US$ 5,518 triliun.
Baca Juga: Trump Ancam Tarif 100% untuk Sampanye Prancis Jika Pajak Digital Tak Dicabut














