Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - PARIS. Utang Prancis diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi sebesar 119,3% dari output ekonomi pada tahun 2026, dengan proyeksi rasio utang terhadap PDB sebesar 121,7% pada tahun 2027. Demikian disampaikan kementerian keuangan pada hari Sabtu (19/9), yang menjadi indikasi terbaru memburuknya kondisi keuangan publik negara tersebut.
Kementerian keuangan menyampaikan proyeksi ini dalam pernyataan kepada Dewan Tinggi Keuangan Publik (High Council of Public Finances), lembaga yang bertugas mengevaluasi perkiraan pendapatan dan belanja dalam usulan anggaran pemerintah.
Baca Juga: Hakim AS Berencana Tolak Kesepakatan TikTok-Departemen Kehakiman Senilai US$400 Juta
Menurut data pemerintah, rasio utang terhadap PDB Prancis tercatat sebesar 115,7% pada tahun 2025, sementara pada tahun 2019 angka tersebut masih di bawah 100%.
Kementerian juga menyatakan perkiraan defisit anggaran sebesar 5,4% pada akhir tahun ini. Perdana Menteri Sebastien Lecornu pada hari Kamis mengatakan bahwa ia memperkirakan defisit tahun 2026 akan berada jauh di bawah angka 5,5%.
Lecornu telah mengumumkan rencana untuk memasukkan langkah penghematan sebesar 54 miliar euro (US$62 miliar) ke dalam anggaran tahun 2027 guna mencegah defisit menjadi tak terkendali. Namun, ia menghadapi tugas berat untuk meloloskan langkah-langkah penghematan tersebut di parlemen yang terpecah tajam, di tengah meningkatnya tekanan dari pemilih terkait masalah biaya hidup.
Selisih imbal hasil (premium) yang harus dibayar Prancis untuk meminjam dana di pasar obligasi dibandingkan dengan Jerman naik hingga lebih dari satu poin persentase penuh pada hari Jumat—kali pertama hal ini terjadi sejak krisis utang zona euro.
Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kondisi keuangan Prancis yang tertekan menjelang pemilihan umum tahun depan.
Baca Juga: UEFA Tolak Permintaan Irlandia Hindari Israel dalam Undian Kompetisi














