kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.944.000   28.000   0,96%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Pelaku Bisnis Rayakan Kemenangan Atas Tarif Trump, Tapi Refund Butuh Waktu


Jumat, 20 Februari 2026 / 23:53 WIB
Pelaku Bisnis Rayakan Kemenangan Atas Tarif Trump, Tapi Refund Butuh Waktu
Gedung Mahkamah Agung terlihat menjelang putusan hari Senin tentang pembayaran kepada atlet pelajar (REUTERS/Sarah Silbiger)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ribuan perusahaan di Amerika Serikat (AS) merayakan kemenangan hukum setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif darurat yang diberlakukan pemerintahan Donald Trump. 

Namun, proses pengembalian dana diperkirakan akan berjalan lambat. Keputusan ini bisa berdampak luas bagi ekonomi global, dengan potensi pengembalian tarif mencapai US$ 175 miliar.

“Perusahaan menghadapi tantangan besar dalam mengumpulkan data impor untuk menghitung tarif yang dibayar selama periode berbeda. Bahkan perusahaan multinasional pun belum tentu punya semua data rapi,” ujar*Nabeel Yousef, partner firma hukum Freshfields.

Tarif Trump, yang diterapkan menggunakan International Emergency Economic Powers Act (1977), telah menekan biaya impor barang jadi dan komponen dari China, Vietnam, India, serta negara sumber lainnya. 

Sektor konsumer, otomotif, manufaktur, dan pakaian paling terdampak. Lebih dari 1.800 gugatan terkait tarif diajukan ke U.S. Court of International Trade sejak April 2025, meningkat tajam dibandingkan kurang dari dua lusin kasus sepanjang 2024.

Beberapa penggugat besar termasuk anak perusahaan Toyota Group, ritel besar Costco, produsen ban Goodyear, perusahaan aluminium Alcoa, produsen motor Kawasaki, dan raksasa kacamata EssilorLuxottica. 

Banyak perusahaan menunggu putusan Mahkamah Agung sebelum mengajukan klaim, demi menghindari sorotan publik.

Proses pengembalian dana diperkirakan panjang, dari bulan hingga bertahun-tahun. Beberapa perusahaan bahkan memilih menjual hak refund mereka ke investor eksternal dengan diskon 25–30 sen per dolar, untuk mempercepat arus kas.

“Bukan berarti Senin besok perusahaan langsung menerima cek di pos,” tambah Yousef.

Konsumen Masih Terbebani

Meski tarif dibatalkan, sebagian besar beban sudah ditanggung konsumen AS. Federal Reserve Bank of New York mencatat 90% biaya tarif ditanggung warga dan perusahaan AS. 

Per November 2025, tarif efektif AS mencapai 11,7%, jauh di atas rata-rata 2,7% antara 2022–2024.

“Perusahaan pasti akan mengajukan refund, tapi saya ragu harga barang akan turun. Itu jarang terjadi,” kata Jason Cheung, CEO produsen mainan Huntar Co.

Meski kemenangan hukum diraih, ketidakpastian tetap ada. Pemerintah AS dapat tetap memberlakukan tarif dengan dasar hukum lain, termasuk perlindungan terhadap praktik dagang tidak adil atau keamanan nasional. 

Tarif kendaraan impor dari Meksiko dan Kanada misalnya, tetap diberlakukan sebesar 25%.

“Tarif tidak hilang, hanya berada di payung hukum berbeda,” ujar Ted Murphy, co-leader Sidley Austin. 

Sektor otomotif dan suplier komponen kemungkinan masih menghadapi beban tarif tambahan, sementara perusahaan logistik seperti DHL memastikan teknologi mereka akan membantu pengembalian dana berjalan “akurasi dan efisien.”

Selanjutnya: Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Global Trump, Ini Sejumlah Pertimbangannya

Menarik Dibaca: 9 Suplemen dan Vitamin yang Dibutuhkan Wanita Usia 40 Tahun ke Atas




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×