Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Sejumlah pejabat Amerika Serikat memprediksi konflik tersebut bisa berakhir dalam beberapa pekan ke depan, meski Iran menegaskan negaranya tetap kuat dan siap mempertahankan diri.
Reuters melaporkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan mengancam akan melancarkan serangan tambahan terhadap pusat ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg. Ia juga menegaskan belum siap mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah menutup jalur strategis Selat Hormuz dan mengguncang pasar energi global.
Trump sebelumnya menyebut Iran ingin bernegosiasi. Namun klaim tersebut dibantah oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.
“Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami juga tidak pernah meminta negosiasi. Kami siap mempertahankan diri selama yang diperlukan,” kata Araqchi dalam wawancara dengan program televisi CBS “Face the Nation”.
Pejabat AS Prediksi Konflik Segera Berakhir
Meski harga minyak mentah global masih bertahan di kisaran 100 dolar AS per barel, pemerintah Amerika tetap optimistis konflik ini tidak akan berlangsung lama.
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan perang diperkirakan berakhir dalam beberapa minggu ke depan. Jika itu terjadi, pasokan energi global diperkirakan kembali meningkat dan harga minyak bisa turun.
“Konflik ini hampir pasti akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan, bahkan mungkin lebih cepat. Setelah itu pasokan energi akan pulih dan harga kemungkinan turun,” ujar Wright dalam program ABC “This Week”.
Baca Juga: Kapal India Berisi Minyak Murban Berlayar dari Fujairah Usai Serangan Drone
Di sisi lain, Iran mencoba menunjukkan bahwa negaranya tetap dalam kondisi stabil. Araqchi menegaskan perang ini bukan ancaman eksistensial bagi Iran.
“Kami stabil dan cukup kuat. Kami tidak melihat alasan untuk berbicara dengan Amerika, karena kami sedang bernegosiasi ketika mereka memutuskan menyerang kami untuk kedua kalinya,” katanya.
Ancaman Serangan Tambahan dan Dampak Kemanusiaan
Memasuki pekan ketiga perang, Trump menyatakan serangan AS telah “menghancurkan total” sebagian besar fasilitas energi di Pulau Kharg. Ia bahkan memperingatkan kemungkinan serangan tambahan.
Komentar tersebut dianggap meningkatkan eskalasi konflik yang telah meluas di Timur Tengah dan menewaskan lebih dari 2.000 orang, sebagian besar di Iran dan Lebanon.
World Health Organization menyatakan telah menyalurkan dana darurat sebesar 2 juta dolar AS untuk membantu negara-negara di kawasan tersebut. Perang juga memicu perpindahan penduduk besar-besaran, dengan lebih dari 100.000 orang di Iran meninggalkan tempat tinggalnya dan hingga 700.000 orang di Lebanon mengungsi di dalam negeri.
Sementara itu, upaya sejumlah sekutu Timur Tengah untuk membuka jalur diplomasi disebut belum mendapat respons positif dari Washington. Iran juga menyatakan telah menembakkan lebih banyak rudal ke Israel dan tiga pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Baca Juga: Operasi Bongkar Muat Minyak Fujairah Kembali Berjalan Usai Serangan Drone













