kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.997.000   -24.000   -0,79%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Kapal India Berisi Minyak Murban Berlayar dari Fujairah Usai Serangan Drone


Minggu, 15 Maret 2026 / 21:17 WIB
Kapal India Berisi Minyak Murban Berlayar dari Fujairah Usai Serangan Drone
ILUSTRASI. Kapal Tanker di Selat Hormuz (REUTERS/Hamad I Mohammed)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Sebuah kapal berbendera India yang mengangkut 80.800 metrik ton minyak mentah Murban dari Uni Emirat Arab berlayar menuju India pada Minggu dari Fujairah, menurut pemerintah India.

Keberangkatan kapal ini terjadi sehari setelah sumber menyebut beberapa operasi pemuatan minyak di pelabuhan tersebut sempat dihentikan.

Sebelumnya, operasi pemuatan minyak di Fujairah salah satu pusat bunkering dan terminal ekspor minyak mentah utama di kawasan dilaporkan telah kembali berjalan setelah serangan drone dan kebakaran pada Sabtu. Namun, belum jelas apakah kegiatan di terminal tersebut telah sepenuhnya kembali normal.

Baca Juga: Operasi Bongkar Muat Minyak Fujairah Kembali Berjalan Usai Serangan Drone

Kementerian Perminyakan dan Gas Alam India menyatakan kapal bernama Jag Laadki sedang memuat minyak di fasilitas Single Point Mooring ketika terminal Fujairah diserang. Meski begitu, kapal dan seluruh awak laut asal India di dalamnya dilaporkan dalam kondisi aman.

Fujairah, yang berada di luar Selat Hormuz, menjadi jalur ekspor sekitar 1 juta barel per hari minyak mentah Murban dari UEA, setara sekitar 1% dari permintaan minyak dunia.

Situasi keamanan di kawasan itu memburuk sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari. Sejak saat itu, Teheran sebagian besar menghentikan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG) yang diangkut melalui laut.

Pemerintah India juga tengah berupaya memastikan jalur aman bagi 22 kapal miliknya yang terjebak di sebelah barat Selat Hormuz. Upaya ini dilakukan setelah Iran memberikan izin khusus bagi beberapa kapal India untuk melintas, yang menjadi pengecualian langka di tengah blokade.

Secara terpisah, dua kapal pengangkut LPG berbendera India Shivalik dan Nanda Deviyang membawa sekitar 92.712 metrik ton LPG berhasil melintasi Selat Hormuz pada Sabtu dan sedang menuju India.

Kedua kapal tersebut dijadwalkan tiba di Pelabuhan Mundra pada 16 Maret dan Pelabuhan Kandla pada 17 Maret.




TERBARU

[X]
×