Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - LA PRYOR, Texas/MEXICO CITY. Kasus kedua parasit ulat sekrup pemakan daging dikonfirmasi di Texas oleh Departemen Pertanian AS pada hari Jumat (5/6), muncul hanya beberapa mil dari lokasi deteksi pertama di AS dalam beberapa dekade yang dilaporkan pekan ini.
Kasus baru di Zavala County terdeteksi di sebuah peternakan yang berjarak 5,6 mil (9 km) dari kasus positif pertama penyakit tersebut di Texas, yang dikonfirmasi USDA pada hari Rabu.
Infeksi tersebut, yang menurut USDA terjadi pada anak sapi berusia satu bulan, sebelumnya telah dilaporkan oleh Reuters pada hari Jumat dengan mengutip sumber terkait.
USDA menemukan infestasi kedua setelah menguji sejumlah kasus yang dicurigai, kata Layanan Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tumbuhan (APHIS) dalam siaran persnya.
Baca Juga: Rusia Gempur Kherson, Lima Warga Sipil Dilaporkan Tewas
Pejabat APHIS dan Komisi Kesehatan Hewan Texas terus mengumpulkan dan menguji sampel lain dari daerah sekitar yang hasilnya negatif, tambah pernyataan tersebut.
Kasus yang terjadi pada hari Jumat dan deteksi awal di dekat La Pryor, sebuah kota sekitar 30 mil (50 km) di timur laut perbatasan AS-Meksiko, menjadi kemunduran bagi para peternak sapi di AS.
Mereka telah bersiap menghadapi kedatangan hama tersebut setelah penyebarannya bergerak ke utara melalui Meksiko selama setahun terakhir.
Ulat sekrup merupakan lalat parasit yang meletakkan telurnya pada luka terbuka atau selaput lendir hewan berdarah panas. Setelah menetas, larva akan menembus jaringan hidup, memakan inangnya, dan berpotensi menyebabkan kerusakan fatal jika tidak ditangani.
Wabah ini pernah melanda negara-negara bagian perbatasan AS pada 1960-an, menghancurkan populasi satwa liar dan menimbulkan kerugian finansial yang besar bagi para peternak.
Penyebaran ulat sekrup yang lebih luas saat ini dapat menimbulkan ancaman ekonomi yang signifikan di Texas, negara bagian penghasil ternak terbesar di AS, melalui kematian hewan serta meningkatnya biaya tenaga kerja dan pengobatan.
Untuk membatasi risiko tersebut, Washington telah menutup perbatasan AS-Meksiko bagi impor ternak hidup selama lebih dari satu tahun.
Pemerintah juga telah menggelontorkan jutaan dolar untuk menahan penyebaran hama ke wilayah utara, termasuk mendanai produksi lalat steril, memperluas program perangkap, dan meningkatkan pemantauan ternak.
Baca Juga: Putin Adakan Pertemuan Empat Mata dengan Mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder













