kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.838   -72,00   -0,40%
  • IDX 6.400   -9,23   -0,14%
  • KOMPAS100 842   -2,99   -0,35%
  • LQ45 638   -2,50   -0,39%
  • ISSI 222   -0,21   -0,10%
  • IDX30 358   -1,68   -0,47%
  • IDXHIDIV20 435   -2,64   -0,60%
  • IDX80 96   -0,42   -0,44%
  • IDXV30 120   -0,42   -0,35%
  • IDXQ30 113   -0,78   -0,69%

Harga Gandum Chicago Naik, Serangan di Laut Hitam Picu Kekhawatiran Pasokan


Senin, 10 Agustus 2026 / 10:57 WIB
Harga Gandum Chicago Naik, Serangan di Laut Hitam Picu Kekhawatiran Pasokan
ILUSTRASI. Gandum utuh (shutterstock/dok)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga gandum berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) menguat pada Senin (10/8/2026), terdorong meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan global setelah serangan Rusia dan Ukraina mengganggu aktivitas ekspor di kawasan Laut Hitam.

Kontrak gandum yang paling aktif diperdagangkan di CBOT naik 1,7% menjadi US$ 6,5075 per bushel pada pukul 03.04 GMT. Penguatan tersebut melanjutkan kenaikan 1,4% pada perdagangan Jumat.

Rusia dan Ukraina merupakan dua negara eksportir gandum terbesar dunia.

Serangan terhadap fasilitas dan jalur ekspor di kawasan Laut Hitam meningkatkan risiko keterlambatan pemuatan, kenaikan biaya asuransi, serta pergerakan kapal yang lebih hati-hati.

Baca Juga: Harga Gandum Melonjak Lebih dari 2% Dipicu Risiko Perang Rusia-Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sebelumnya menuding Rusia mengancam ketahanan pangan global setelah menyerang pelabuhan Odesa.

Serangan tersebut menambah kekhawatiran pasar terhadap kelancaran ekspor komoditas pertanian dari kawasan Laut Hitam.

Analis Bendigo Bank Agribusiness di Perth, Rod Baker, menilai Rusia dan Ukraina sejauh ini masih mampu menjaga aliran ekspor gandum. Namun, kondisi di Laut Hitam tetap berpotensi menjaga harga gandum pada level tinggi.

"Situasi Laut Hitam dan penurunan produksi di sebagian besar negara eksportir utama akan menjaga harga di atas US$ 6 per bushel," kata Baker.

JPMorgan menilai serangan di kawasan tersebut meningkatkan risiko perlambatan pemuatan komoditas, kenaikan biaya asuransi dan semakin ketatnya pergerakan kapal. Kondisi itu telah menciptakan premi risiko pada harga gandum.

Serangan Ukraina terhadap pasokan bahan bakar Rusia juga berpotensi memengaruhi produksi pertanian dengan membatasi ketersediaan solar yang digunakan untuk traktor dan kendaraan pengangkut hasil pertanian.

Baca Juga: Drone Laut Hantam Kapal Tanker Rusia di Laut Hitam, Picu Ledakan Dekat Bosphorus

Penguatan harga gandum juga mendapat dukungan dari pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) yang berada di sekitar level terendah dalam dua bulan. Kondisi tersebut membuat komoditas pertanian asal AS relatif lebih kompetitif di pasar global.

Pelaku pasar kini menunggu laporan bulanan Departemen Pertanian AS (USDA) yang akan dirilis Selasa (11/8). Laporan tersebut akan memuat pembaruan mengenai produktivitas, luas lahan dan proyeksi produksi yang berpotensi memengaruhi arah harga komoditas.

Selain gandum, harga jagung CBOT naik 0,5% menjadi US$ 4,645 per bushel, sedangkan kedelai menguat 0,5% menjadi US$ 11,8175 per bushel.

Harga jagung turut mendapat perhatian setelah Prancis memperkirakan produksinya tahun ini turun 35% menjadi sekitar 9 juta ton.

Baca Juga: Rusia - Ukraina Saling Serang di Laut Hitam, Pasokan Gandum & Minyak Terganggu

Penurunan tersebut dipicu gelombang panas dan kekeringan yang menekan hasil panen. Produksi tersebut diperkirakan menjadi yang terendah di Prancis setidaknya sejak 1980.

Meski harga gandum saat ini masih di bawah level US$ 7 per bushel yang dicapai bulan lalu ketika gangguan ekspor Laut Hitam mulai meningkat, harga komoditas tersebut masih mencatat kenaikan hampir 30% sepanjang tahun ini.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×