kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

Saham Teknologi Asia Menguat, Pasar Cermati Trump-Xi dan Keputusan BI


Senin, 21 September 2026 / 13:38 WIB
Saham Teknologi Asia Menguat, Pasar Cermati Trump-Xi dan Keputusan BI
ILUSTRASI. Bursa Asia - Nikkei Jepang (REUTERS/Manami Yamada)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham Asia menguat pada awal pekan, Senin (21/9/2026), didorong optimisme terhadap sektor teknologi dan semikonduktor berbasis kecerdasan buatan (AI).

Di sisi lain, investor masih mencermati pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping serta keputusan kebijakan Bank Indonesia (BI) pekan ini.

Saham teknologi menjadi penggerak utama bursa kawasan. Indeks KOSPI Korea Selatan sempat naik 1,7% ke level tertinggi sejak 10 September, sedangkan saham Taiwan menguat sekitar 1% dan menyentuh level tertinggi dalam hampir tiga bulan.

Penguatan tersebut terjadi setelah saham perusahaan teknologi AS mencatat kenaikan dan permintaan terhadap chip dinilai masih kuat.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Senin (21/9) Jelang Trump-Xi, Investor Indonesia Tunggu Sinyal BI

Kondisi itu mendorong investor kembali meningkatkan eksposur pada saham semikonduktor dan perusahaan yang terkait dengan pengembangan AI.

"Pasar masih berharap gencatan perdagangan AS-China dapat dipertahankan," kata analis Doo Financial Futures Lukman Leong.

Di kawasan Asia lainnya, saham Singapura naik 0,3% dan Filipina menguat 0,2%. Sementara itu, pergerakan pasar juga dipengaruhi penantian terhadap pertemuan Trump dan Xi di Washington pada 24 September.

Pasar mengharapkan pertemuan tersebut menghasilkan sinyal positif mengenai hubungan perdagangan dua negara dengan ekonomi terbesar dunia itu.

Pembicaraan diperkirakan mencakup perdagangan, rantai pasok, AI, serta sejumlah isu geopolitik. Reuters melaporkan kedua pihak juga tengah berupaya mempertahankan kesepakatan gencatan tarif yang telah berjalan.

Hasil pertemuan tersebut menjadi perhatian pasar Asia karena perkembangan hubungan AS-China dapat memengaruhi prospek perdagangan, investasi teknologi, serta sentimen terhadap aset berisiko di kawasan.

Baca Juga: Bursa Asia Menghijau Kamis (14/5), Ditopang Optimisme AI dan Pertemuan Trump-Xi

Dari dalam negeri, perhatian investor juga tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 22–23 September 2026.

Keputusan BI menjadi penting karena bank sentral harus menjaga stabilitas rupiah di tengah kondisi keuangan global yang lebih ketat, sekaligus tetap mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.

Ekonom DBS Radhika Rao menilai tekanan inflasi Indonesia masih berada dalam sasaran BI sehingga bank sentral dinilai memiliki ruang untuk mempertimbangkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan.

Namun, kondisi keuangan global dan risiko geopolitik tetap menjadi perhatian.

Pergerakan rupiah menunjukkan tekanan tersebut. Pada perdagangan Senin, rupiah melemah 0,4% dan menyentuh level terendah dalam satu bulan.

Sebelumnya, pergantian pimpinan BI setelah pengunduran diri Perry Warjiyo pada Juli sempat meningkatkan kekhawatiran investor. Penetapan Destry Damayanti sebagai gubernur BI baru kemudian menjadi salah satu faktor yang membantu meredakan kekhawatiran pasar.

Reuters mencatat rupiah telah menguat lebih dari 2% dari rekor terendahnya pada 8 Juni, meski kembali tertekan pada perdagangan Senin.

Baca Juga: Bursa Asia Bergerak Variatif Kamis (14/5) Pagi, Pasar Tunggu Hasil Pertemuan Trump-Xi

Sementara itu, won Korea Selatan menguat 0,4% dan dolar Taiwan naik 0,2%. Indeks dolar AS relatif stabil setelah menguat lebih dari 1% pada pekan sebelumnya menyusul keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga dan sinyal bahwa kenaikan lanjutan masih mungkin terjadi.

Dengan demikian, pasar Asia memasuki pekan ini dengan dua perhatian utama: keberlanjutan momentum saham teknologi yang ditopang optimisme AI dan arah kebijakan moneter, khususnya di Indonesia.

Perkembangan hubungan dagang AS-China serta keputusan BI akan menjadi faktor penting bagi sentimen investor selanjutnya.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×