kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Harga Gandum Melonjak Lebih dari 2% Dipicu Risiko Perang Rusia-Ukraina


Jumat, 10 Juli 2026 / 20:47 WIB
Harga Gandum Melonjak Lebih dari 2% Dipicu Risiko Perang Rusia-Ukraina
ILUSTRASI. Gandum utuh (shutterstock/dok)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga gandum dunia melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Jumat (10/7/2026) setelah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang Rusia-Ukraina. 

Pelaku pasar juga mulai menyesuaikan posisi menjelang rilis laporan bulanan pasokan dan permintaan pertanian Amerika Serikat (USDA) yang diperkirakan menunjukkan penurunan proyeksi pasokan gandum AS.

Kontrak gandum paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 2,14% menjadi US$ 6,33 per bushel, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 27 Mei di US$ 6,3375 per bushel. Sementara itu, gandum berjangka Euronext untuk pengiriman September melonjak sekitar 3%.

Baca Juga: Trump Klaim Perdamaian Rusia-Ukraina Makin Dekat, Isu Ini Akan Dibahas di KTT NATO

Kenaikan harga dipicu kabar yang mengindikasikan meningkatnya ketegangan di kawasan Laut Azov, jalur yang terhubung dengan Laut Hitam dan menjadi salah satu rute penting ekspor gandum dari Rusia dan Ukraina. 

Ukraina dilaporkan menyerang sejumlah kapal tanker Rusia di kawasan tersebut, sehingga memunculkan spekulasi potensi terganggunya lalu lintas pelayaran.

"Terjadi sesuatu di Laut Azov," kata seorang trader gandum Eropa.

Di sisi lain, pergerakan harga jagung dan kedelai relatif terbatas. Kontrak jagung CBOT naik 0,39% menjadi US$ 4,5375 per bushel, sedangkan kedelai hanya menguat 0,02% ke US$ 11,8175 per bushel.

Pelaku pasar masih mencermati prakiraan cuaca di wilayah Midwest Amerika Serikat yang menjadi sentra produksi jagung dan kedelai, sekaligus menunggu sinyal lanjutan mengenai permintaan dari China.

Baca Juga: Vladimir Putin: Perang Ukraina Mulai Mendekati Titik Akhir

Fokus pasar berikutnya tertuju pada laporan bulanan USDA yang dijadwalkan terbit pada Jumat. 

Laporan tersebut akan memasukkan hasil survei luas tanam dan stok biji-bijian per akhir Juni, yang sebelumnya menunjukkan penurunan luas tanam gandum AS di luar perkiraan pasar serta stok jagung yang lebih rendah dari ekspektasi.

Di Eropa, kontrak jagung Paris naik 1,18% menjadi 235,50 euro per ton, sedangkan harga rapeseed turun 0,34% menjadi 517,25 euro per ton.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×