kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.909   -48,00   -0,28%
  • IDX 8.992   -18,15   -0,20%
  • KOMPAS100 1.239   1,44   0,12%
  • LQ45 875   3,69   0,42%
  • ISSI 330   0,16   0,05%
  • IDX30 448   2,63   0,59%
  • IDXHIDIV20 528   6,59   1,26%
  • IDX80 138   0,26   0,19%
  • IDXV30 146   2,21   1,53%
  • IDXQ30 144   1,54   1,08%

Trump Kirim Pesan ke Putin: Perang Rusia-Ukraina Harus Diakhiri


Kamis, 22 Januari 2026 / 21:57 WIB
Trump Kirim Pesan ke Putin: Perang Rusia-Ukraina Harus Diakhiri
ILUSTRASI. Presiden Trump tegaskan pesan penting kepada Putin agar perang Ukraina berakhir. Pertemuan di Davos ungkap upaya diplomatik AS. (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - DAVOS. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan pesan utamanya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin adalah agar perang di Ukraina segera diakhiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah melakukan pertemuan yang ia sebut “baik” dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Kamis (22/1).

Trump mengatakan pembicaraan dengan Zelenskiy berlangsung sekitar satu jam dan merupakan bagian dari proses diplomasi yang masih berjalan. Meski demikian, ia tidak merinci substansi kesepakatan yang dibahas.

Sehari sebelumnya, Trump sempat menyatakan bahwa peluang tercapainya kesepakatan perdamaian “cukup dekat”.

“Saya pikir pertemuan dengan Presiden Zelenskiy berjalan baik. Ini adalah proses yang terus berlanjut,” ujar Trump kepada wartawan.

Ia juga mengungkapkan bahwa utusan Amerika Serikat dijadwalkan melakukan pembicaraan di Moskow pada hari yang sama. Ketika ditanya pesan apa yang akan ia sampaikan kepada Putin, Trump menegaskan, “Perang ini harus berakhir.” tambahnya.

Baca Juga: Trump Tegaskan Rincian Pembahasan Soal Akuisisi Greenland Masih Dinegosiasikan

Selama beberapa pekan terakhir, pejabat Amerika Serikat dan Ukraina terlibat dalam diplomasi intensif menyusul tekanan dari Trump agar Kyiv segera mengamankan perdamaian dalam konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun tersebut.

Namun, hingga kini belum terlihat tanda-tanda kuat bahwa Moskow siap menghentikan pertempuran.

Zelenskiy sebelumnya menyatakan hanya akan datang ke Davos jika terdapat peluang untuk menandatangani kesepakatan dengan Trump terkait jaminan keamanan dari AS serta pendanaan rekonstruksi pascaperang bagi Ukraina. Hingga pertemuan usai, belum ada indikasi tercapainya terobosan besar.

Trump dan Zelenskiy tercatat telah bertemu secara langsung sekitar setengah lusin kali sejak Trump kembali ke Gedung Putih tahun lalu, yang sekaligus menandai perubahan kebijakan Amerika Serikat terhadap Ukraina dengan mendorong pendekatan diplomatik ke Rusia.

Di tengah pertemuan tersebut, Ukraina masih menghadapi krisis energi akibat serangan udara Rusia yang melumpuhkan pasokan listrik dan pemanas di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Kyiv. Zelenskiy dijadwalkan menyampaikan pidato setelah pertemuannya dengan Trump, menurut keterangan juru bicaranya.

Utusan khusus Amerika Serikat untuk Ukraina, Steve Witkoff, mengatakan ada kemajuan signifikan dalam upaya perdamaian. “Jika kedua pihak ingin menyelesaikan ini, kita akan menyelesaikannya. Saya pikir kami telah membuat banyak kemajuan,” kata Witkoff di hadapan peserta WEF, Kamis pagi.

Baca Juga: Uni Eropa Tinjau Ulang Hubungan dengan AS Meski Trump Melunak soal Greenland

Diplomasi Berlanjut ke Moskow dan Abu Dhabi

Witkoff dijadwalkan bertolak ke Moskow bersama utusan AS lainnya, Jared Kushner—menantu Trump—untuk bertemu Presiden Putin pada Kamis malam waktu setempat. Pertemuan ini akan membahas kemungkinan rencana untuk mengakhiri perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Setelah pembicaraan di Moskow, para perunding akan langsung menuju Abu Dhabi untuk menggelar dialog militer-ke-militer serta membahas paket kerja sama ekonomi. Kremlin menyatakan pertemuan Putin dengan Witkoff dan Kushner akan berlangsung sekitar pukul 19.00–20.00 waktu Moskow.

Namun, Rusia dinilai masih bersikap dingin terhadap inisiatif perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat. Moskow tetap menuntut agar Kyiv menyerahkan sebagian wilayah Donetsk di timur Ukraina, meski wilayah tersebut belum sepenuhnya dikuasai Rusia.

Putin juga menyebut pembahasan akan mencakup kemungkinan penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk rekonstruksi wilayah pendudukan, serta proposal Trump mengenai pembentukan Board of Peace yang bertugas mempromosikan perdamaian global—sebuah gagasan yang dikritik karena dinilai berpotensi menyaingi atau melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga: Trump Luncurkan Dewan Perdamaian, Dinilai Berpotensi Bersaing dengan Peran PBB

Serangan Rusia Terus Berlanjut

Di tengah upaya diplomasi, Rusia tetap melancarkan serangan ke Ukraina. Serangan udara menghantam sejumlah wilayah pada Kamis. Di Odesa, wilayah selatan Ukraina, seorang remaja berusia 17 tahun tewas setelah sebuah drone menghantam gedung apartemen.

Sementara itu, 11 orang dilaporkan terluka di kota Kryvyi Rih setelah rudal balistik menghantam kawasan permukiman. Di Kyiv, hampir 3.000 gedung bertingkat masih belum memiliki pasokan pemanas akibat serangan Rusia awal pekan ini.

Meski konflik masih berlangsung, pasar keuangan merespons positif rangkaian pertemuan diplomatik tingkat tinggi tersebut. Obligasi internasional Ukraina tercatat menguat lebih dari dua sen dolar AS pada Kamis, mencerminkan harapan investor akan adanya kemajuan menuju penghentian perang.

Selanjutnya: Tren Cat Rumah 2026 Ini yang Akan Jadi Tempat Pemulihan, Bukan Sekadar Pamer Lo

Menarik Dibaca: Tren Cat Rumah 2026 Ini yang Akan Jadi Tempat Pemulihan, Bukan Sekadar Pamer Lo




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×