kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.844   -66,00   -0,37%
  • IDX 6.450   40,72   0,64%
  • KOMPAS100 850   4,97   0,59%
  • LQ45 644   3,29   0,51%
  • ISSI 224   1,60   0,72%
  • IDX30 361   1,27   0,35%
  • IDXHIDIV20 439   0,89   0,20%
  • IDX80 97   0,51   0,53%
  • IDXV30 121   0,14   0,12%
  • IDXQ30 114   0,21   0,18%

Harga Emas Stabil Setelah Tembus Level Tertinggi 7 Pekan, Investor Pantau Inflasi AS


Senin, 10 Agustus 2026 / 08:22 WIB
Harga Emas Stabil Setelah Tembus Level Tertinggi 7 Pekan, Investor Pantau Inflasi AS
ILUSTRASI. Emas batangan (Sven Simon/IMAGO via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas cenderung stabil pada perdagangan awal Asia, Senin (10/8/2026), setelah mencatat level tertinggi dalam tujuh pekan pada akhir pekan lalu.

Investor kini mengalihkan perhatian ke sejumlah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pekan ini untuk mencari petunjuk arah suku bunga Federal Reserve.

Baca Juga: Taiwan Simulasikan Tangkal Serangan China, Internet Seluler Diperlambat

Mengutip Reuters, harga emas spot relatif tidak berubah di US$4.339,59 per ons troi pada pukul 00.17 GMT. Harga emas telah melonjak lebih dari 7% sepanjang pekan lalu.

Harga emas mencapai level tertinggi sejak 17 Juni pada Jumat (7/8), setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Sementara itu, harga emas berjangka AS juga bergerak datar di US$4.399,40 per ons troi.

Data pada Jumat menunjukkan ekonomi AS secara tak terduga kehilangan lapangan pekerjaan pada Juli. Selain itu, data penciptaan lapangan kerja pada dua bulan sebelumnya direvisi turun cukup tajam.

Perkembangan tersebut mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed. Pasar berjangka kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 15-16 September berada di bawah 50%.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung meningkatkan daya tarik emas dibandingkan aset yang menghasilkan imbal hasil. Pasalnya, emas tidak memberikan pendapatan berupa bunga.

Presiden Federal Reserve Bank of Richmond Thomas Barkin mengatakan data perekrutan tenaga kerja pada Juli menunjukkan kelanjutan dari tren yang telah terlihat dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Senin (10/8) Pagi, Brent ke US$84,46 dan WTI ke US$78,79

Investor Tunggu Data Inflasi AS

Fokus investor selanjutnya tertuju pada data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini, terutama Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI).

Data tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi pasar dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed pada September.

Jika tekanan inflasi kembali melandai, ekspektasi pemangkasan suku bunga dapat semakin menguat. Kondisi tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi harga emas.

Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat membatasi ruang The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter dan berpotensi menekan harga emas.

Dari pasar komoditas lainnya, harga perak spot naik 0,5% menjadi US$63,85 per ons troi. Harga platinum menguat 0,2% menjadi US$1.748,25 per ons troi, sedangkan palladium turun 0,5% menjadi US$1.371,16 per ons troi.

Baca Juga: Daftar 10 Pesepak Bola Terkaya Sepanjang Masa: Ronaldo Ungguli Messi

Di sisi geopolitik, Iran mengatakan hampir mencapai kesepakatan final dengan Oman terkait penetapan jalur pelayaran baru di antara kedua negara melalui Selat Hormuz.

Namun, Iran kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat harus memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk memberikan kompensasi serta mengakhiri sanksi dan ancaman militer sebelum jalur strategis tersebut dibuka kembali.




TERBARU

[X]
×