Sumber: Thomson Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - MOSKOW/LONDON. Ketegangan antara Rusia dan Inggris kembali meningkat setelah laporan media menyebut kapal perang Rusia mengawal tanker minyak yang dikenai sanksi saat melintasi Selat Inggris.
Kremlin menegaskan Moskow berhak melindungi kepentingannya dari apa yang disebut sebagai “perompakan” di perairan internasional.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia melihat adanya tindakan yang merugikan kepentingan ekonominya dalam beberapa bulan terakhir. “Rusia berhak mengambil langkah untuk melindungi kepentingannya,” tegasnya.
Baca Juga: 25 Kapal Rusia yang Dikenai Sanksi Lolos Lewati Perairan Inggris, Putin Untung Besar
Data pelacakan kapal yang dianalisis Reuters menunjukkan dua tanker yang masuk daftar sanksi Inggris, berbendera Rusia Universal dan berbendera Kamerun Enigma, melintasi perairan Inggris antara Rabu hingga Kamis.
Kedua kapal tersebut diketahui mengangkut sekitar 40.000 ton solar yang dimuat dari pelabuhan Primorsk di wilayah Leningrad pada akhir Maret. Enigma dilaporkan menuju Mersin, Turki, sementara tujuan Universal belum diketahui.
Laporan media Inggris sebelumnya menyebut sebuah fregat Angkatan Laut Rusia mengawal kapal-kapal tersebut saat melintasi jalur strategis itu.
Di sisi lain, pemerintah Inggris meningkatkan pengawasan terhadap pergerakan kapal Rusia. Militer Inggris mengerahkan kapal patroli, helikopter, serta dukungan pesawat dan kapal dari negara sekutu seperti Belgia, Prancis, dan Belanda untuk memantau aktivitas tersebut.
Baca Juga: Perkuat Pertahanan Hadapi Rusia, Inggris Tingkatkan Belanja Rudal Jarak Jauh
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sebelumnya telah memberi wewenang kepada militer untuk menghentikan dan menahan kapal Rusia di perairan Inggris guna mengganggu jaringan armada bayangan yang diduga digunakan Moskow untuk mengekspor minyak di tengah sanksi Barat terkait perang di Ukraina.
Namun, hingga kini belum ada tindakan penahanan yang dilakukan.
Menteri Pertahanan Inggris John Healey menegaskan negaranya siap meningkatkan langkah jika diperlukan. Ia menyebut koordinasi dengan sekutu Barat telah mempersempit ruang gerak armada tanker Rusia.
Baca Juga: Menlu Rusia Lavrov Sindir Inggris: Tak Layak Lagi Sandang Nama Great Britain
Inggris juga membuka opsi tindakan lebih lanjut bersama sekutu untuk menghentikan operasi kapal-kapal yang diduga menjadi bagian dari “shadow fleet” Rusia, seiring upaya menekan ekspor energi Moskow di tengah konflik yang masih berlangsung.













