Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - DUBAI. Upaya mencapai kesepakatan awal antara Iran dan Amerika Serikat dilaporkan semakin intensif, meskipun kedua negara masih berada dalam situasi ketegangan dan saling melancarkan aksi di lapangan. Hal itu disampaikan oleh tiga sumber Iran dan seorang pejabat Eropa kepada Reuters, Kamis.
Menurut para sumber tersebut, kedua pihak masih terus bertukar pesan terkait rincian sebuah nota kesepahaman (memorandum of understanding) yang sedang dibahas di tengah konfrontasi yang belum mereda antara Teheran dan Washington.
Baca Juga: Pasar Nikel Mulai Seimbang, Tapi Stok Gudang LME dan China Masih Menumpuk
Para sumber Iran menyebutkan bahwa sebuah “kesepahaman politik” secara prinsip telah tercapai. Namun, sejumlah isu teknis masih harus dinegosiasikan lebih lanjut, terutama mengenai mekanisme pencairan aset Iran yang dibekukan di luar negeri, termasuk pendapatan minyak yang nilainya mencapai puluhan miliar dolar AS.
Salah satu sumber Iran mengatakan Teheran menginginkan sekitar US$ 6 miliar hingga US$ 12 miliar dari dana yang dibekukan tersebut segera dilepaskan. Sementara itu, pihak Amerika Serikat disebut mengusulkan agar pencairan dilakukan secara bertahap dan hanya untuk tujuan bantuan kemanusiaan, serta menolak pengembalian dana secara penuh kepada Iran.
Di sisi lain, para sumber Iran menilai bahwa prioritas utama pemerintah di Teheran saat ini bukanlah kesepakatan komprehensif, melainkan sebuah kerangka kerja yang dapat memberikan ruang bernapas minimum bagi pemerintah, dengan cara membuka akses terhadap aset yang dibekukan sekaligus meredakan ketegangan.













