kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Selat Hormuz Disebut Iran Masih di Bawah Kendali Teheran


Kamis, 13 Agustus 2026 / 15:23 WIB
Selat Hormuz Disebut Iran Masih di Bawah Kendali Teheran
ILUSTRASI. Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz masih berada di bawah kendali dan pengelolaan negara tersebut. (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz masih berada di bawah kendali dan pengelolaan negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat terkait jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu titik penting perdagangan energi dunia.

Kepala unit paramiliter Basij Iran, Hossein Taeb, mengatakan Selat Hormuz berada dalam kendali Iran, sebagaimana dilaporkan kantor berita semi-resmi Fars pada Kamis (13/8).

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui platform Truth Social menyatakan bahwa AS telah memiliki "kendali total" atas jalur perairan strategis tersebut.

Taeb mengatakan Amerika Serikat sebelumnya berupaya mengganggu apa yang ia sebut sebagai popularitas Republik Islam Iran di kawasan dengan melancarkan perang lain di Selat Hormuz.

Menurut Taeb, upaya tersebut kembali mengalami kegagalan meskipun Amerika Serikat mengklaim Iran tidak memiliki angkatan udara maupun angkatan laut.

Baca Juga: Bursa Australia Ditutup Turun Kamis (13/8), Saham Tambang dan CBA Jadi Beban

"Hari ini Anda melihat bahwa Selat Hormuz berada di bawah pengelolaan dan kendali Republik Islam," kata Taeb.

Ia menambahkan bahwa Iran masih melanjutkan aktivitasnya dalam kondisi yang sepenuhnya aman.

Pernyataan Taeb tersebut menunjukkan perbedaan klaim antara Iran dan Amerika Serikat mengenai penguasaan Selat Hormuz. Iran menegaskan kendalinya atas jalur strategis tersebut, sementara Trump sebelumnya menyatakan AS memiliki kendali penuh.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi rute penting bagi perdagangan minyak dan energi global. Setiap peningkatan ketegangan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi arus pengiriman energi serta menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas harga minyak dunia.

Perkembangan terbaru ini menjadi perhatian pasar energi global karena gangguan terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz dapat berdampak langsung terhadap pasokan minyak dan gas internasional.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×