kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Selat Hormuz Disebut Iran Masih di Bawah Kendali Teheran


Kamis, 13 Agustus 2026 / 15:23 WIB
Selat Hormuz Disebut Iran Masih di Bawah Kendali Teheran
ILUSTRASI. Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz masih berada di bawah kendali dan pengelolaan negara tersebut. (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz masih berada di bawah kendali dan pengelolaan negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat terkait jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu titik penting perdagangan energi dunia.

Kepala unit paramiliter Basij Iran, Hossein Taeb, mengatakan Selat Hormuz berada dalam kendali Iran, sebagaimana dilaporkan kantor berita semi-resmi Fars pada Kamis (13/8).

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui platform Truth Social menyatakan bahwa AS telah memiliki "kendali total" atas jalur perairan strategis tersebut.

Taeb mengatakan Amerika Serikat sebelumnya berupaya mengganggu apa yang ia sebut sebagai popularitas Republik Islam Iran di kawasan dengan melancarkan perang lain di Selat Hormuz.

Menurut Taeb, upaya tersebut kembali mengalami kegagalan meskipun Amerika Serikat mengklaim Iran tidak memiliki angkatan udara maupun angkatan laut.

Baca Juga: Bursa Australia Ditutup Turun Kamis (13/8), Saham Tambang dan CBA Jadi Beban

"Hari ini Anda melihat bahwa Selat Hormuz berada di bawah pengelolaan dan kendali Republik Islam," kata Taeb.

Ia menambahkan bahwa Iran masih melanjutkan aktivitasnya dalam kondisi yang sepenuhnya aman.

Pernyataan Taeb tersebut menunjukkan perbedaan klaim antara Iran dan Amerika Serikat mengenai penguasaan Selat Hormuz. Iran menegaskan kendalinya atas jalur strategis tersebut, sementara Trump sebelumnya menyatakan AS memiliki kendali penuh.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi rute penting bagi perdagangan minyak dan energi global. Setiap peningkatan ketegangan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi arus pengiriman energi serta menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas harga minyak dunia.

Perkembangan terbaru ini menjadi perhatian pasar energi global karena gangguan terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz dapat berdampak langsung terhadap pasokan minyak dan gas internasional.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×