kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Ribuan Pelaut Terjebak di Selat Hormuz, Perang Iran Ganggu Jalur Perdagangan Global


Jumat, 24 April 2026 / 21:29 WIB
Ribuan Pelaut Terjebak di Selat Hormuz, Perang Iran Ganggu Jalur Perdagangan Global
ILUSTRASI. Konflik yang berkecamuk di Iran telah menyebabkan ribuan pelaut dari berbagai negara terjebak di sekitar Selat Hormuz (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konflik yang berkecamuk di Iran telah menyebabkan ribuan pelaut dari berbagai negara terjebak di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Gangguan terhadap rute perdagangan ini tidak hanya berdampak pada distribusi energi global, tetapi juga menimbulkan krisis kemanusiaan bagi para awak kapal.

Salah satu pelaut yang terdampak adalah Ankit Yadav, warga India berusia awal 30-an, yang telah terjebak di sebuah pelabuhan darat di Iran selama sekitar dua setengah pekan. Ia bersama tiga rekannya bertahan hidup dengan persediaan makanan terbatas, hanya mengandalkan tomat dan kentang.

Ankit sebelumnya bekerja di kapal kecil yang mengangkut baja dan beroperasi di antara Iran, Kuwait, dan Oman. Ia mengaku sebenarnya dapat meninggalkan zona konflik jika kapalnya mendapat izin berlayar ke Oman untuk kemudian dipulangkan ke India. Namun, hal tersebut tidak terjadi akibat blokade yang dilakukan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat.

"Perusahaan pelayaran tempat saya bekerja belum bersedia memberikan izin karena mereka tidak ingin membayar harga tiket pesawat yang lebih mahal, dan kami tidak mampu membelinya sendiri. Satu-satunya jalan keluar adalah bantuan dari pemerintah," ujar Ankit.

Baca Juga: Blokade AS terhadap Iran Kian Meluas ke Seluruh Dunia

Ketakutan di Tengah Ancaman Serangan

Kisah serupa dialami Salman Siddiqui, pelaut India lainnya yang kini berada di pelabuhan Khorramshahr. Ia berada di kapal kargo berbendera Komoro yang seharusnya berlayar dari Iran menuju Oman.

Menurut Siddiqui, kehidupan di atas kapal kini dipenuhi ketidakpastian dan rasa takut. “Satu-satunya hal yang kami lakukan adalah merencanakan bagaimana melewati malam dan berdoa agar tidak terkena serangan,” ujarnya.

Meski situasi relatif sedikit membaik setelah adanya gencatan senjata sementara, ancaman tetap terasa. Ia mengaku telah menyaksikan lebih dari 100 ledakan di sekitar wilayah tersebut.

"Kami telah mendengar lebih dari 100 ledakan. Sangat menakutkan ketika melihat proyektil melayang dan meledak sangat dekat dengan kapal Anda," kata Siddiqui.

Jalur Laut Berbahaya, Risiko Meningkat

Konflik ini juga menyoroti risiko tinggi yang dihadapi pelaut di kawasan Teluk. Surindra Kumar Chaurasia menjadi salah satu yang beruntung karena berhasil dipulangkan ke India setelah sempat terjebak di dekat pelabuhan Sharjah bersama 20 awak kapal lainnya.

Ia menceritakan bahwa selama terjebak, mereka menyaksikan langsung serangan drone terhadap kapal, peringatan melalui radio dari Islamic Revolutionary Guard Corps, serta aktivitas jet tempur di wilayah tersebut.

Baca Juga: Lalu Lintas Selat Hormuz Anjlok, Hanya 5 Kapal Melintas dalam 24 Jam

Menurutnya, kapal yang ia tumpangi akhirnya mendapat jalur aman setelah negosiasi dengan pihak Iran. Mereka harus berlayar dekat perairan Iran dan Oman untuk menghindari ranjau laut yang tersebar di jalur lain.

Dampak bagi Tenaga Kerja Global

India merupakan salah satu pemasok pelaut terbesar di dunia dengan lebih dari 300.000 tenaga kerja di sektor ini. Konflik yang terjadi telah meningkatkan kekhawatiran keamanan, bahkan membuat banyak pelaut enggan kembali bekerja di laut.

Kementerian Perkapalan India melaporkan telah memfasilitasi pemulangan sekitar 2.680 pelaut sejak konflik dimulai. Namun, tiga pelaut India dilaporkan tewas akibat perang yang berlangsung.

Selain itu, pada 18 April, dua kapal berbendera India juga menjadi sasaran tembakan dari IRGC saat mencoba melintasi Selat Hormuz.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×