kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%

Selat Hormuz Memanas: Iran Pasang Selusin Ranjau, Harga Minyak Melonjak


Kamis, 12 Maret 2026 / 05:42 WIB
Selat Hormuz Memanas: Iran Pasang Selusin Ranjau, Harga Minyak Melonjak
ILUSTRASI. Selat Hormuz Jalur Perdagangan Minyak


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Iran telah memasang sekitar selusin ranjau di Selat Hormuz, kata dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, sebuah langkah yang kemungkinan akan mempersulit pembukaan kembali jalur air sempit tersebut, jalur penting untuk pengiriman minyak dan gas alam cair.

Ekspor minyak dan LNG melalui jalur strategis di sepanjang pantai Iran secara efektif telah dihentikan oleh perang yang dilancarkan 12 hari lalu oleh Amerika Serikat dan Israel, yang turut mendorong lonjakan harga energi dunia.

Komando militer Iran pada hari Rabu (11/3/2026) mengatakan dunia harus bersiap menghadapi harga minyak yang mencapai US$ 200 per barel.

Satu sumber mengatakan, ranjau-ranjau tersebut ditempatkan "dalam beberapa hari terakhir" dan sebagian besar lokasinya telah diketahui. Namun sumber tersebut menolak untuk mengatakan bagaimana AS berencana untuk menanganinya.

Baca Juga: UNESCO Khawatir Situs Sejarah Iran Rusak Akibat Perang

CNN pertama kali melaporkan pemasangan ranjau di selat tersebut pada hari Selasa (10/3/2026).

Iran telah lama mengancam akan membalas setiap serangan militer dengan memasang ranjau di selat tersebut. Sekitar seperlima dari minyak dan LNG global biasanya melewati selat tersebut, dan kemampuan Teheran untuk menghentikan pengiriman melalui selat tersebut memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap AS dan sekutunya.

Militer AS mengatakan telah menargetkan kapal-kapal penebar ranjau Iran, dan telah menghancurkan 16 di antaranya pada hari Selasa. Namun, Angkatan Laut AS sejauh ini menolak untuk memberikan pengawal perlindungan kepada kapal-kapal komersial yang melewati selat tersebut.

Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa menuntut agar Iran segera menyingkirkan ranjau apa pun yang ditempatkan di selat tersebut dan ia mengatakan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi militer yang tidak ditentukan jika gagal melakukannya. 

Di mana, Harga minyak ditutup naik hampir 5% karena serangan baru terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz memperburuk kekhawatiran akan gangguan pasokan, dan analis mengatakan proposal Badan Energi Internasional (IEA) untuk pelepasan cadangan minyak dalam jumlah rekor tidak cukup untuk meredakan kekhawatiran tersebut.

Baca Juga: Jelang Serangan ke Iran, Arab Saudi Genjot Produksi Minyak Besar-besaran

Rabu (11/3/2026), harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2026 ditutup naik US$ 4,18, atau 4,8% ke US$ 91,98 per barel.

Sejalan, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman April 2026 juga ditutup naik US$ 3,80 atau 4,6% ke US$ 87,25 per barel. 

Sebelumnya, tiga kapal lagi telah terkena proyektil di Selat Hormuz, kata perusahaan keamanan maritim dan risiko pada hari Rabu. Itu menjadikan jumlah kapal yang terkena di wilayah tersebut menjadi setidaknya 14 sejak perang Iran dimulai. 

Sementara itu, IEA merekomendasikan pelepasan 400 juta barel minyak, langkah terbesar dalam sejarahnya, untuk mencoba mengendalikan harga energi, yang sekarang naik lebih dari 25% sejak perang dimulai. 

Kerangka waktu untuk pelepasan tersebut akan diputuskan pada waktunya, kata IEA. Volume yang diusulkan lebih dari dua kali lipat dari 182 juta barel yang dilepaskan pada tahun 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina, tetapi para analis mengatakan bahwa pada akhirnya jumlah tersebut tidak cukup untuk mengatasi kehilangan pasokan akibat perang berkepanjangan di Timur Tengah.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×