Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – SYDNEY. Bursa saham Australia ditutup melemah pada perdagangan Kamis (13/8), tertekan penurunan saham perusahaan tambang dan Commonwealth Bank of Australia (CBA).
Pelemahan tersebut mengimbangi kenaikan saham bank besar lainnya serta lonjakan saham Origin Energy setelah perusahaan mencatatkan kinerja laba yang positif.
Baca Juga: Saham Chip Menggila, KOSPI Korea Selatan Melonjak 3,56% ke Level Tertinggi 3 Pekan
Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,2% menjadi 9.188,5 poin. Sehari sebelumnya, indeks tersebut telah terkoreksi 0,5%.
Saham CBA kembali menjadi pemberat utama dengan penurunan 2,2%, sekaligus memperpanjang tren pelemahan menjadi lima sesi berturut-turut.
Saham tersebut tertekan setelah CBA pada Rabu (12/8) melaporkan penurunan pengajuan kredit perumahan.
Saham Bank Besar Lain Menguat
Meski CBA melemah, indeks sektor perbankan Australia masih mampu bergerak positif berkat penguatan tiga bank besar lainnya.
Saham ANZ Group melonjak 4,5% setelah mencatat penurunan biaya operasional.
Namun, ANZ juga mengingatkan bahwa pengajuan kredit perumahan mengalami penurunan, sejalan dengan tren di sejumlah bank lainnya.
Baca Juga: Untuk Pertama Kali, Dolar-Yuan Kuasai Perdagangan Valas Hong Kong
Saham bank besar lainnya menguat antara 0,9% hingga 4,5%.
"Pasar masih bersedia memberikan apresiasi kepada bank yang mampu membukukan kinerja yang bersih dan solid. Sebaliknya, penurunan Commonwealth Bank dan anjloknya IAG menunjukkan sensitivitas investor terhadap kualitas laba dan inflasi klaim," ujar Tim Waterer, Chief Market Analyst KCM Trade.
Sementara itu, saham Insurance Australia Group (IAG) anjlok 5,1% setelah membukukan laba tunai tahunan yang berada di bawah ekspektasi pasar.
Saham Tambang Tertekan
Sektor pertambangan juga menjadi beban bagi bursa Australia. Indeks sektor tersebut turun 0,7%, seiring pelemahan harga tembaga dan bijih besi.
Saham Rio Tinto turun 3,6%, sementara Fortescue melemah 0,5%.
Baca Juga: UPDATE - Harga Minyak Dunia Turun Kamis (13/8), Soroti Prospek Permintaan Global
Menurut Waterer, investor masih memilah saham berdasarkan sektor, kinerja perusahaan, dan laporan keuangan masing-masing, alih-alih membeli saham secara luas tanpa mempertimbangkan fundamental.
"Trader masih membedakan dengan cermat antara sektor dan cerita masing-masing perusahaan serta laporan kinerja, ketimbang membeli pasar secara indiscriminately," katanya.
Saham Origin Energy Melonjak
Di tengah tekanan tersebut, saham Origin Energy justru melonjak lebih dari 5% dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan.
Kenaikan tersebut turut mendorong indeks sektor utilitas naik 2,8%. Origin Energy berhasil membukukan laba dasar tahunan di atas ekspektasi analis dan memperkirakan kinerja bisnis energi yang lebih kuat dari perkiraan.
Baca Juga: Kepercayaan Konsumen Thailand Naik pada Juli, Tembus Level 51,8
Saham Cleanaway Waste Management juga melonjak 15,2% ke level tertinggi hampir 10 bulan. Kenaikan terjadi setelah perusahaan memberikan hak eksklusif kepada EQT Infrastructure untuk melakukan uji tuntas menyusul tawaran akuisisi senilai A$9,4 miliar atau sekitar US$6,63 miliar.
Bursa Selandia Baru Menguat
Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 naik 0,6% menjadi 13.825,30 poin.
Kenaikan tersebut terjadi setelah survei terbaru Reserve Bank of New Zealand menunjukkan ekspektasi inflasi satu tahun turun tajam menjadi 2,6% dari 3,4%.
Angka tersebut kembali ke level sebelum perang Iran yang sempat mendorong kenaikan harga bahan bakar.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
