Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Saham-saham Korea Selatan menguat tajam pada perdagangan Kamis (13/8/2026), membawa indeks acuan KOSPI ke level tertinggi dalam tiga pekan.
Penguatan terutama didorong lonjakan saham perusahaan semikonduktor setelah saham teknologi kecerdasan buatan (AI) dan chip di Amerika Serikat menguat pada perdagangan sebelumnya.
Baca Juga: Untuk Pertama Kali, Dolar-Yuan Kuasai Perdagangan Valas Hong Kong
Mengutip Reuters, indeks KOSPI naik 234,30 poin atau 3,56% menjadi 6.813,34 pada pukul 06.32 GMT. Level tersebut merupakan posisi tertinggi KOSPI sejak 24 Juli 2026.
Sejak menyentuh level terendah pada 29 Juli lalu, KOSPI telah melonjak sekitar 29,4%. Secara keseluruhan, indeks tersebut telah menguat 61,68% sepanjang tahun ini dalam denominasi won.
Saham Chip Jadi Motor Penguatan
Kenaikan KOSPI dipimpin oleh saham-saham semikonduktor. Saham SK Hynix melonjak 5,9%, sedangkan saham Samsung Electronics menguat 4,9%.
Baca Juga: UPDATE - Harga Minyak Dunia Turun Kamis (13/8), Soroti Prospek Permintaan Global
Sentimen terhadap sektor chip juga mendapat dorongan dari laporan bahwa investor negara Singapura, Temasek, berencana melakukan investasi pada perusahaan produsen chip memori tersebut.
Penguatan saham teknologi Korea Selatan mengikuti kinerja positif bursa Amerika Serikat.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup menguat pada Rabu (12/8), setelah laporan kinerja positif dari CoreWeave dan sejumlah perusahaan infrastruktur AI lainnya.
Data inflasi Amerika Serikat yang moderat juga meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada September.
Di antara saham berkapitalisasi besar lainnya, LG Energy Solution naik 1,95%. Sementara itu, saham Hyundai Motor menguat 2,20% dan Kia Corp naik 1,33%.
Saham POSCO Holdings bertambah 0,15%, sedangkan Samsung BioLogics naik 0,97%.
Baca Juga: Lenovo Raup Cuan dari Booming AI dan Cip Memori
Asing Borong Saham Korea Selatan
Dari total 901 saham yang diperdagangkan, sebanyak 333 saham menguat, sementara 533 saham melemah.
Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih saham Korea Selatan senilai 2,0951 triliun won atau sekitar US$1,48 miliar.
Di pasar valuta asing, won Korea Selatan berada di level 1.419,4 won per dolar AS, melemah tipis 0,06% dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.418,5 won per dolar AS.
Meski demikian, mata uang Korea Selatan tersebut masih menguat sekitar 1,4% terhadap dolar AS sepanjang 2026.
Baca Juga: Permintaan Mobil Listrik Naik Lima Bulan Berturut-turut, Eropa Jadi Mesin Pertumbuhan
Sementara itu, di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk September naik 0,03 poin menjadi 103,34.
Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun yang paling aktif diperdagangkan berada di level 3,780%, tidak berubah dari sesi sebelumnya. Adapun imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun 0,2 basis poin menjadi 4,289%.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
