Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - KYIV. Rusia melancarkan serangan menggunakan drone bertenaga jet ke sejumlah lokasi di Kyiv, Ukraina, pada Rabu (23/9/2026) pagi waktu setempat. Serangan tersebut menyasar dua stasiun pengisian bahan bakar minyak (BBM) serta sejumlah fasilitas lainnya dan menewaskan satu orang.
Otoritas kota Kyiv menyebutkan, sedikitnya tujuh orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan tersebut. Ledakan terdengar di sejumlah wilayah ibu kota Ukraina, sementara kepulan asap terlihat membubung di pusat kota, menurut laporan wartawan Reuters di lokasi.
Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia disebut mengubah taktik serangannya terhadap Kyiv dan wilayah sekitarnya. Rusia kini semakin sering menggunakan drone bertenaga jet yang mampu terbang lebih cepat dan pada ketinggian lebih tinggi sehingga lebih sulit dicegat.
Baca Juga: Kamboja Tegaskan Tak Jadi Surga Sindikat Penipuan Online
Perusahaan minyak Ukraina, Ukrnafta, mengatakan salah satu stasiun pengisian BBM miliknya di Kyiv turut menjadi sasaran serangan Rusia. Fasilitas tersebut menjadi stasiun BBM keenam milik perusahaan yang diserang dalam beberapa pekan terakhir.
Serangan terbaru ini terjadi setelah Zelenskiy membahas kemungkinan penerapan gencatan senjata bilateral dengan Trump untuk menghentikan serangan terhadap target-target sektor energi.
Pertemuan tersebut berlangsung di New York pada Selasa (22/9). Zelenskiy mengatakan Ukraina siap mempertimbangkan berbagai bentuk kesepakatan untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi.
"Saya siap untuk format apa pun terkait gencatan senjata energi, selama Rusia menghentikan serangannya sendiri terhadap infrastruktur Ukraina," kata Zelenskiy.
Baca Juga: Keluarga Persson Borong Saham, H&M Menuju Go Private
Selain fasilitas BBM, infrastruktur perkeretaapian di Kyiv juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Oleksandr Pertsovskyi, kepala eksekutif operator kereta api Ukraina, mengatakan sejumlah infrastruktur perkeretaapian terkena serangan. Salah seorang pekerja perusahaan juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Serangan terhadap Kyiv menunjukkan bahwa infrastruktur energi dan transportasi masih menjadi bagian penting dari sasaran dalam konflik Rusia-Ukraina, meskipun terdapat pembicaraan mengenai kemungkinan penghentian serangan terhadap fasilitas energi.














