Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rusia kembali menggempur Ukraina dengan rudal dan drone dalam serangan udara besar-besaran yang menyasar Kyiv dan sejumlah kota lainnya.
Serangan terjadi hanya beberapa jam setelah DPR Amerika Serikat (AS) meloloskan rancangan undang-undang sanksi baru terhadap Rusia.
Mengutip Reuters, Kamis (17/9/2026), serangan semalam tersebut melukai lebih dari 20 orang dan menyebabkan kerusakan di sedikitnya delapan wilayah Ukraina. Serangan juga menyasar infrastruktur energi di wilayah Sumy dan Odesa.
Angkatan Udara Ukraina menyebut Rusia melancarkan serangan menggunakan rudal antikapal Oniks, rudal balistik, empat rudal jelajah serta hampir 160 drone.
Baca Juga: Rusia Gempur Kyiv dengan Ratusan Drone dan Puluhan Rudal, Sedikitnya 18 Tewas
Ukraina tidak merinci berapa banyak rudal yang berhasil dicegat, termasuk rudal balistik yang dinilai lebih sulit ditangkal.
Di Kyiv, sedikitnya 18 orang, termasuk dua anak-anak, terluka. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan sebagian besar korban berada di sebuah gedung apartemen 16 lantai yang mengalami kerusakan.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di empat distrik di ibu kota Ukraina, termasuk pada fasilitas gudang dan stasiun pengisian bahan bakar. Serangan tersebut bahkan sempat mengganggu pasokan air di wilayah tepi kiri Sungai Dnipro.
Di Odesa, enam orang, termasuk dua anak-anak, terluka setelah serangan merusak sebuah gedung apartemen 19 lantai dan sejumlah bangunan lainnya.
Sementara itu, tiga orang lainnya terluka di Zaporizhzhia setelah rudal menghantam fasilitas industri dan memicu kebakaran.
Serangan Rusia tersebut berlangsung setelah DPR AS pada Rabu (16/9) meloloskan rancangan undang-undang sanksi dan tarif yang ditujukan untuk memperketat tekanan ekonomi terhadap Rusia.
Rancangan tersebut kini dikirim kepada Presiden AS Donald Trump untuk ditandatangani menjadi undang-undang.
Baca Juga: Rusia Gempur Kyiv Tiga Kali Sepekan, Krisis Rudal Pencegat Ukraina Kian Terlihat
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyambut langkah tersebut. Menurut dia, sanksi yang lebih kuat dibutuhkan untuk meningkatkan tekanan terhadap Moskow agar kembali ke meja perundingan.
"Sanksi harus cukup kuat agar upaya perdamaian dapat berhasil," kata Zelenskiy.
Zelenskiy juga menilai pengesahan rancangan tersebut menjadi penting karena berlangsung pada malam ketika Rusia kembali melancarkan serangan besar terhadap Ukraina.
Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia meningkatkan serangan udaranya terhadap Ukraina. Pada saat yang sama, kemampuan Ukraina untuk mempertahankan diri menghadapi rudal balistik menghadapi tekanan karena persediaan pencegat buatan AS semakin terbatas.
Di sisi lain, Ukraina juga meningkatkan serangan ke wilayah Rusia dengan menyasar fasilitas minyak dan infrastruktur logistik yang berkaitan dengan kemampuan Moskow menjalankan perang.
Baca Juga: Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal, Tewaskan Tiga Orang dan Rusak Permukiman
Gubernur wilayah Yaroslavl mengatakan serangan drone Ukraina merusak sebuah kilang minyak di kota Yaroslavl pada Kamis. Serangan tersebut memicu kebakaran yang kemudian berhasil dipadamkan.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pihaknya juga menyerang kapal-kapal yang digunakan militer Ukraina. Kedua negara terus meningkatkan serangan lintas wilayah ketika upaya diplomatik untuk mengakhiri perang belum menghasilkan kesepakatan baru.














