kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.693   -14,00   -0,08%
  • IDX 6.437   -24,30   -0,38%
  • KOMPAS100 850   -5,62   -0,66%
  • LQ45 647   -3,80   -0,58%
  • ISSI 223   -0,27   -0,12%
  • IDX30 359   -2,55   -0,71%
  • IDXHIDIV20 447   -3,40   -0,76%
  • IDX80 97   -0,66   -0,67%
  • IDXV30 124   -0,63   -0,51%
  • IDXQ30 116   -0,92   -0,79%

Pembuat Kebijakan The Fed Memperkirakan Kenaikan Suku Bunga Satu Kali Lagi Tahun Ini


Kamis, 17 September 2026 / 05:45 WIB
Pembuat Kebijakan The Fed Memperkirakan Kenaikan Suku Bunga Satu Kali Lagi Tahun Ini
ILUSTRASI. Para pejabat Federal Reserve memperkirakan satu kali lagi kenaikan suku bunga tahun ini setelah menaikkan suku bunga pada hari Rabu (16/9/2026).(REUTERS/Kevin Lamarque)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Para pejabat Federal Reserve memperkirakan satu kali lagi kenaikan suku bunga tahun ini setelah menaikkan suku bunga pada hari Rabu (16/9/2026), dan berencana untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil pada tahun 2027. Hal ini terungkap dalam proyeksi triwulanan yang dirilis setelah pertemuan kebijakan terbaru mereka.

Pada saat yang sama, para pembuat kebijakan juga merevisi naik prospek inflasi jangka pendek mereka.

Prakiraan tersebut dirilis bersamaan dengan keputusan pembuat kebijakan untuk menaikkan suku bunga acuan federal funds sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%, sebuah langkah yang telah diperkirakan secara luas. 

Perkiraan baru mereka menunjukkan suku bunga akan kembali turun pada tahun 2028, dan suku bunga federal funds akan berada di kisaran 3,50% hingga 3,75% pada tahun 2029.

Pada bulan Juni, dalam proyeksi mereka, para pejabat Fed telah memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin persentase tahun ini dan satu kali penurunan dengan besaran yang sama pada tahun 2027.

Baca Juga: Ikuti The Fed, Bank-Bank Besar AS Juga Langsung Naikkan Suku Bunga Kredit

Kenaikan suku bunga ini diumumkan di tengah upaya para pembuat kebijakan dalam mengatasi inflasi yang tetap tinggi dan sulit turun. Sejak pertemuan tanggal 16-17 Juni, situasi menjadi semakin menantang karena tekanan harga—yang sebagian dipicu oleh lonjakan biaya energi akibat perang di Timur Tengah—telah meningkat, sehingga memicu kekhawatiran bahwa inflasi tidak akan melandai menuju target 2% Fed tepat pada waktunya.

Para pejabat merevisi naik ekspektasi jangka panjang mereka untuk suku bunga federal funds menjadi 3,2%, dari prakiraan bulan Juni sebesar 3,1%.

Prakiraan Fed juga menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan kini memperkirakan tingkat inflasi yang secara umum lebih tinggi untuk tahun ini dan tahun-tahun mendatang.

Untuk tahun 2026, perkiraan median inflasi—yang diukur dengan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures Price Index)—berada di angka 3,7%, dibandingkan dengan proyeksi bulan Juni sebesar 3,6%. 

Para pejabat masih memperkirakan angka PCE akan berada di level 2,3% tahun depan, dan 2,1% pada tahun 2028, dibandingkan dengan perkiraan bulan Juni sebesar 2%. Para pejabat berharap dapat mengembalikan inflasi ke target 2% yang ditetapkan The Fed pada tahun 2029.

Baca Juga: Pernyataan Lengkap The Fed Soal Kenaikan Bunga 25 Basis Poin Jadi 3,75%-4%

"Risiko inflasi cenderung meningkat (ke arah atas)," ujar Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam konferensi pers usai rapat kebijakan bank sentral tersebut. 

Dalam perkiraan yang dirilis, sebuah indeks yang memantau ketidakpastian inflasi di kalangan pembuat kebijakan turut mencerminkan pandangan tersebut.

Hilangnya Kelompok Dovish

Perkiraan The Fed juga menunjukkan prospek pertumbuhan dan lapangan kerja yang sebagian besar stabil. Pertumbuhan PDB tahun ini diperkirakan mencapai 2,3%—naik dari perkiraan 2,2% pada bulan Juni—dan diproyeksikan sebesar 2,4% pada tahun 2027. 

Tingkat pengangguran, yang per Agustus berada di angka 4,1%, diperkirakan tetap di level 4,1% hingga akhir tahun ini dan bertahan di angka tersebut sampai tahun 2029.

Delapan belas dari 19 pembuat kebijakan menyerahkan perkiraan mengenai prospek suku bunga; hal ini mengindikasikan kuat bahwa Warsh—seperti halnya pada bulan Juni—memilih untuk tidak memberikan proyeksi.

Grafik "dot plot" The Fed, yang memetakan pandangan para pembuat kebijakan, menunjukkan bahwa 16 pejabat memperkirakan adanya kenaikan suku bunga tahun ini, sementara dua lainnya memperkirakan suku bunga akan tetap stabil.

Baca Juga: The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Buka Peluang Kenaikan Lagi

"Hal yang mencolok dari dot plot ini adalah hilangnya kelompok dovish," ungkap analis Evercore ISI. 

"Mayoritas kelompok dovish yang sebelumnya menjadi penentu arah kebijakan kini beralih mendukung penyesuaian hawkish terbatas di tengah siklus ekonomi—setidaknya menurut pandangan mereka, langkah ini kemungkinan diambil sebagai upaya mitigasi risiko (risk insurance), meskipun Warsh sendiri tidak menggunakan istilah mitigasi risiko tersebut dan lebih memilih narasi yang bernuansa lebih hawkish," tambah mereka.

Proyeksi The Fed menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian karena bank sentral sedang menjalani proses formal untuk mempertimbangkan perubahan di berbagai aspek, termasuk cara berkomunikasi dan penggunaan data dalam menetapkan kebijakan moneter.

Dalam konferensi pers usai rapat, Warsh juga tampak menjaga jarak dari keseluruhan proses penyusunan perkiraan tersebut. Setelah memaparkan beberapa rincian proyeksi tersebut, ia berkata, "Itu bukan prakiraan saya. Itu adalah prakiraan dari 18 rekan saya, dan saya berupaya menyampaikannya kepada Anda dengan penuh tanggung jawab. Tugas saya bukanlah memberikan panduan ke depan."


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×