kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.693   -14,00   -0,08%
  • IDX 6.437   -24,30   -0,38%
  • KOMPAS100 850   -5,62   -0,66%
  • LQ45 647   -3,80   -0,58%
  • ISSI 223   -0,27   -0,12%
  • IDX30 359   -2,55   -0,71%
  • IDXHIDIV20 447   -3,40   -0,76%
  • IDX80 97   -0,66   -0,67%
  • IDXV30 124   -0,63   -0,51%
  • IDXQ30 116   -0,92   -0,79%

Ikuti The Fed, Bank-Bank Besar AS Juga Langsung Naikkan Suku Bunga Kredit


Kamis, 17 September 2026 / 04:20 WIB
Ikuti The Fed, Bank-Bank Besar AS Juga Langsung Naikkan Suku Bunga Kredit
ILUSTRASI. Gedung Federal Reserve (The Fed) (Leah Millis/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bank-bank besar Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga dasar pinjaman (prime lending rate) mereka pada Rabu (16/9/2026) waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia, setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan.

Kenaikan bunga pinjaman ini sebuah langkah yang diperkirakan akan meningkatkan biaya pinjaman bagi konsumen dan dunia usaha.

Seperti dikutip Reuters, JPMorgan, KeyCorp, dan BNY menaikkan suku bunga dasar pinjaman mereka menjadi 7% dari sebelumnya 6,75%, efektif mulai hari Kamis, menyusul kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak tahun 2023.

Baca Juga: The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Buka Peluang Kenaikan Lagi

The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4% seiring fokus para pembuat kebijakan untuk mengatasi inflasi yang masih terus berlanjut.

Suku bunga dasar, yang biasanya mengikuti pergerakan suku bunga federal funds, digunakan oleh bank-bank AS sebagai acuan dalam menetapkan suku bunga untuk berbagai produk keuangan seperti kartu kredit dan pinjaman pribadi.

Kenaikan suku bunga biasanya mendongkrak pendapatan bank karena mereka memperoleh pendapatan bunga bersih yang lebih besar—yaitu selisih antara pendapatan bank dari pinjaman dan biaya yang dibayarkan untuk simpanan. Bank pada umumnya merupakan bisnis yang sensitif terhadap aset, di mana penyesuaian suku bunga pada imbal hasil pinjaman terjadi lebih cepat dibandingkan biaya simpanan.

Namun, siklus pengetatan kebijakan moneter dapat memperlambat sebagian sektor ekonomi, menekan permintaan pinjaman, dan memengaruhi kualitas kredit seiring nasabah menghadapi biaya pinjaman yang lebih tinggi.

Para eksekutif puncak perbankan yang berkumpul dalam sebuah konferensi industri di New York pekan ini menyampaikan pandangan optimis mengenai ekonomi AS, dengan menyatakan bahwa kondisi secara keseluruhan tetap positif karena nasabah menunjukkan ketahanan yang baik.

Baca Juga: Pernyataan Lengkap The Fed Soal Kenaikan Bunga 25 Basis Poin Jadi 3,75%-4%


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×