kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.897   -14,00   -0,08%
  • IDX 6.159   -34,15   -0,55%
  • KOMPAS100 794   -2,42   -0,30%
  • LQ45 607   -0,96   -0,16%
  • ISSI 215   -2,27   -1,04%
  • IDX30 337   -0,50   -0,15%
  • IDXHIDIV20 431   -0,61   -0,14%
  • IDX80 91   -0,26   -0,28%
  • IDXV30 117   -0,77   -0,65%
  • IDXQ30 110   0,08   0,07%

China Siapkan Kandidat untuk Pimpin WHO, Berpeluang Perluas Pengaruh


Rabu, 07 Oktober 2026 / 11:17 WIB
China Siapkan Kandidat untuk Pimpin WHO, Berpeluang Perluas Pengaruh
ILUSTRASI. Sebuah logo terlihat di luar gedung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss, 6 April 2021. (REUTERS/Denis Balibouse)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - China berencana mengajukan kandidat pada tahap akhir pemilihan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Langkah ini membuka peluang bagi Beijing untuk memperluas pengaruhnya di lembaga kesehatan global tersebut setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri dari WHO.

Mengutip Reuters, Selasa (6/10/2026), empat diplomat dan seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan China berencana mencalonkan Song Li, pejabat senior kesehatan masyarakat dengan pengalaman sekitar 20 tahun di bidang kebijakan kesehatan ibu dan anak serta kerja sama internasional.

Song disiapkan untuk menggantikan Direktur Jenderal WHO saat ini, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Baca Juga: Bisa Picu Ketegangan, Korea Utara Kecam AS Soal Penjualan Senjata ke Taiwan

Song maupun perwakilan China di Jenewa belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Seorang sumber diplomatik mengatakan rencana pencalonan tersebut menunjukkan keinginan China untuk mengisi ruang yang ditinggalkan AS setelah Washington mengurangi keterlibatannya dalam organisasi-organisasi multilateral.

WHO selama ini memimpin berbagai upaya internasional dalam menangani penyakit dan krisis kesehatan, termasuk wabah Ebola yang saat ini berlangsung di Republik Demokratik Kongo serta penanganan pandemi Covid-19.

China Tingkatkan Peran di WHO

China dalam beberapa tahun terakhir berupaya meningkatkan perannya di berbagai badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi multilateral.

Momentum tersebut muncul ketika pemerintahan Presiden Donald Trump mengurangi keterlibatan AS di PBB dan sejumlah organisasi di bawahnya.

Keluarnya AS juga berdampak langsung terhadap kondisi keuangan WHO. Organisasi kesehatan tersebut harus melakukan restrukturisasi besar-besaran setelah kehilangan negara donor terbesar, termasuk memangkas sejumlah kegiatan, posisi manajemen senior serta ribuan lapangan pekerjaan.

Baca Juga: Lionel Messi Tutup Karier Internasional dengan Gol dan Air Mata

Pemerintahan Trump sebelumnya berulang kali mengkritik penanganan WHO terhadap pandemi Covid-19 dan menuduh organisasi tersebut bias terhadap China, negara tempat Covid-19 pertama kali teridentifikasi. WHO menolak tuduhan tersebut.

China telah mengumumkan tambahan pendanaan untuk WHO. Namun, kontribusi tersebut belum sepenuhnya menutup kekurangan pendanaan akibat keluarnya AS.

WHO akan merilis daftar lengkap kandidat setelah rangkaian pertemuan komite regional selesai, yang diperkirakan berlangsung pada awal November.

Sejauh ini, enam kandidat telah memilih untuk mengumumkan pencalonan mereka melalui situs WHO. Mereka berasal dari Arab Saudi, Belgia, Qatar, Botswana, Indonesia dan Spanyol.

Berpotensi Disorot karena Pandemi Covid-19

Pencalonan Song berpotensi mendapat perhatian karena perannya dalam kebijakan kesehatan China selama pandemi Covid-19.

Pada 2020, Song menjadi pemimpin redaksi sebuah dokumen panduan mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19 bagi perempuan di China.

Baca Juga: Portofolio Kepemilikan Klub Lionel Messi, Ada 4 Tim Sepak Bola

Dokumen tersebut digunakan sebagai pedoman dalam menetapkan standar nasional pengelolaan kesehatan ibu dan anak selama pandemi.

Jika terpilih, Song akan menjadi warga negara China kedua yang memimpin WHO setelah Margaret Chan, yang menjabat sebagai Direktur Jenderal WHO pada periode 2006-2017.

Pemilihan Direktur Jenderal WHO menjadi semakin penting bagi organisasi tersebut di tengah perubahan struktur pendanaan dan keterlibatan negara-negara besar dalam lembaga multilateral.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×