Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Australia akan memperketat aturan bagi mahasiswa asing dengan melarang pelajar internasional membawa pasangan dan anak untuk mendampingi mereka selama masa studi.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari rencana pemerintah Australia untuk menekan jumlah migrasi bersih dan memperketat aturan bagi migran sementara.
Rencana ini disampaikan menjelang pidato Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke di National Press Club pada Kamis (17/9/2026).
Baca Juga: Ekspor Singapura Melonjak 46,2% pada Agustus, Booming AI Jadi Pendorong Utama
Mengutip Reuters, pemerintah Australia menargetkan migrasi bersih luar negeri turun menjadi 225.000 orang pada 2028, dari sekitar 300.000 orang saat ini.
Saat ini, mahasiswa internasional masih dapat membawa anak tanggungan berusia di bawah 18 tahun ke Australia.
Pasangan mahasiswa juga diperbolehkan bekerja, dengan batasan jam kerja yang bergantung pada program studi mahasiswa tersebut.
Selain pembatasan terhadap anggota keluarga mahasiswa asing, pemerintah Australia juga akan memperketat aturan bagi pemegang visa sementara yang ingin berpindah ke jenis visa lain.
Migrasi Australia Jadi Sorotan
Pengetatan tersebut dilakukan ketika isu migrasi menjadi perhatian besar dalam politik Australia.
Partai One Nation, yang dalam sejumlah jajak pendapat mengalami peningkatan dukungan, pekan ini mengusulkan pengurangan jumlah migran sementara sebanyak 750.000 orang dalam tiga tahun.
Baca Juga: IMF: RBA Perlu Siap Naikkan Suku Bunga Jika Inflasi Tetap Tinggi
Partai tersebut juga mengusulkan agar migrasi bersih dibatasi menjadi 130.000 orang setelah periode awal tiga tahun tersebut.
Sementara itu, pemerintah Australia mencatat jumlah migrasi bersih telah menurun dalam dua tahun terakhir setelah melonjak pascapandemi Covid-19.
Pembukaan kembali perbatasan pada Februari 2022 mendorong kedatangan mahasiswa internasional, pekerja terampil sementara dan backpacker.
Data resmi menunjukkan, migrasi bersih Australia mencapai 306.000 orang pada tahun yang berakhir 30 Juni 2025. Angka tersebut turun dari 429.000 orang pada 2024 dan puncaknya sebesar 518.000 orang pada 2023.
Mahasiswa internasional menyumbang lebih dari separuh migrasi bersih pada tahun hingga Juni 2025.
Sebelumnya, pemerintah Australia juga telah mengaitkan pengelolaan visa mahasiswa dengan kapasitas perumahan mahasiswa.
Tony Burke mengatakan pada Agustus bahwa perubahan kebijakan migrasi perlu mempertimbangkan kebutuhan tenaga kerja, perumahan, universitas dan wilayah regional secara bersamaan.
Baca Juga: Clearlake Capital Kuasai 100% Chelsea, Todd Boehly Resmi Tinggalkan Klub
Langkah terbaru tersebut berpotensi mengubah daya tarik Australia bagi mahasiswa internasional yang selama ini dapat membawa anggota keluarga selama menjalani pendidikan. Namun, rincian penerapan aturan baru masih menunggu pengumuman pemerintah Australia.














