Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia menguat pada perdagangan Kamis (17/9/2026), ditopang kenaikan saham sektor perbankan dan meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah.
Melansir Reuters, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,4% menjadi 8.726,7 pada pukul 00.07 GMT. Sehari sebelumnya, indeks acuan Australia tersebut ditutup menguat 0,3%.
Saham sektor keuangan menjadi penopang utama dengan kenaikan hingga 1,7% dan mencapai level tertinggi dalam sepekan. Saham empat bank terbesar Australia juga menguat dalam kisaran 0,5%-1,5%.
Baca Juga: OpenAI Ungkap 6 Kasus Perilaku AI Tak Terduga, Siap Rutin Laporkan
Pergerakan positif di pasar saham Australia terjadi ketika harga minyak dunia kembali turun lebih dari US$1 per barel, meski masih bertahan di atas US$100 per barel.
Penurunan harga minyak dipicu laporan bahwa Arab Saudi menawarkan tambahan kargo minyak mentah melalui Oman.
Perkembangan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Saham Energi Tertekan
Penurunan harga minyak menjadi tekanan bagi saham sektor energi Australia. Indeks sektor energi turun 1,2%.
Saham Santos melemah 1,6%, sementara Woodside Energy turun 1%.
Harga minyak yang sebelumnya melonjak juga menjadi perhatian bank sentral karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi.
Kenaikan harga energi dapat memperkuat alasan bank sentral untuk mempertahankan atau menaikkan suku bunga guna mengendalikan inflasi.
Baca Juga: Ekonomi Selandia Baru Tumbuh 0,2% di Kuartal II, Lampaui Ekspektasi
Di sisi lain, saham sektor konsumsi diskresioner naik 0,8%. Saham sektor properti juga menguat 0,7% setelah sebelumnya mencatat penurunan selama delapan sesi berturut-turut.
Saham pertambangan secara keseluruhan turun 0,3%, berbalik dari kenaikan 1,4% pada sesi sebelumnya.
Saham perusahaan tambang emas turut melemah hingga 2,8% setelah harga emas sempat menyentuh level terendah dalam hampir enam pekan sebelum kembali bergerak naik pada awal perdagangan Asia.
Evolution Mining turun 1,7%, sedangkan Northern Star Resources melemah 1,5%.
Pasar Menanti Kebijakan RBA
Pelaku pasar juga mencermati kebijakan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA). Bank sentral Australia dijadwalkan menggelar rapat kebijakan pada 28-29 September.
Pasar memperkirakan hampir 90% peluang RBA menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,60%.
Ekspektasi tersebut menguat setelah Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin dalam keputusan terbaru.
Baca Juga: Australia Pangkas Migrasi, Mahasiswa Asing Dilarang Bawa Pasangan dan Anak
Ketua The Fed Kevin Warsh juga mengisyaratkan meningkatnya kebutuhan untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.
Sementara itu, di Selandia Baru, indeks S&P/NZX 50 naik tipis 0,1% menjadi 13.640,13.
Penguatan tersebut terjadi setelah data resmi menunjukkan ekonomi Selandia Baru tumbuh 0,2% pada kuartal II. Pertumbuhan tersebut melambat dari kuartal sebelumnya, tetapi masih lebih tinggi dari ekspektasi pasar.














