Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah ke level terendah dalam lebih dari dua pekan pada Kamis (23/4/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran investor atas eskalasi konflik di Timur Tengah.
Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,3% ke level 8.816,30 pada perdagangan pagi, menjadi posisi terendah sejak 8 April. Pelemahan ini melanjutkan penurunan 1,2% yang terjadi pada sesi sebelumnya.
Baca Juga: Dolar AS Bertahan di Level Tertinggi 1,5 Pekan, Konflik Iran-AS Tekan Sentimen
Sentimen pasar tertekan oleh laporan adanya serangan tembakan di Selat Hormuz serta memudarnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara pihak-pihak yang berkonflik.
Sektor keuangan menjadi penekan utama indeks, dengan saham-saham perbankan turun 0,9% dan mencatat penurunan selama sembilan sesi berturut-turut.
Tekanan ini muncul setelah dua bank besar, Westpac dan National Australia Bank, memperingatkan dampak volatilitas pasar akibat perang terhadap operasional mereka.
Saham bank terbesar Australia, Commonwealth Bank of Australia, turun 1%. Sementara ANZ melemah 1,3%. Westpac dan National Australia Bank masing-masing turun 1,1% dan 0,8%.
Di sisi lain, penurunan indeks tertahan oleh penguatan saham sektor pertambangan. Raksasa tambang BHP dan Rio Tinto masing-masing naik 0,6% dan 0,8% setelah melaporkan peningkatan produksi bijih besi kuartalan.
Baca Juga: Laba SK Hynix Melonjak 5 Kali Lipat, Tembus Rekor Berkat Booming AI
Sektor energi justru menguat signifikan, naik 2,2% dan mengakhiri tren penurunan enam hari berturut-turut.
Kenaikan ini sejalan dengan lonjakan harga minyak global yang naik lebih dari US$3 per barel, didorong oleh penurunan stok bahan bakar di AS serta ketegangan di Selat Hormuz.
Saham produsen minyak dan gas Santos melonjak hingga 4% setelah melaporkan kenaikan produksi dan pendapatan kuartalan. Sementara itu, Karoon Energy naik 4,4%.
Peritel bahan bakar Ampol juga menguat hingga 3,6% ke level tertinggi satu pekan setelah mengajukan proposal akhir kepada regulator persaingan usaha Australia untuk mengakuisisi EG Australia senilai A$1,1 miliar.
Di kawasan regional, indeks acuan Selandia Baru, S&P/NZX 50, turut melemah 0,4% ke level 12.900.













