kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.921   0,00   0,00%
  • IDX 7.195   88,49   1,25%
  • KOMPAS100 996   18,07   1,85%
  • LQ45 734   11,27   1,56%
  • ISSI 254   5,64   2,27%
  • IDX30 400   6,98   1,77%
  • IDXHIDIV20 500   11,12   2,28%
  • IDX80 112   1,98   1,80%
  • IDXV30 136   1,65   1,23%
  • IDXQ30 130   2,87   2,25%

Bursa Australia Naik 2% Rabu (25/3) Pagi, Ditopang Sektor Tambang dan Data Inflasi


Rabu, 25 Maret 2026 / 09:05 WIB
Bursa Australia Naik 2% Rabu (25/3) Pagi, Ditopang Sektor Tambang dan Data Inflasi
ILUSTRASI. Bursa Asia - Australia (Steven Saphore/AAP Image via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia ditutup menguat tajam pada perdagangan Rabu (25/3/2026), dengan kenaikan sekitar 2% yang menjadi kinerja harian terbaik dalam hampir satu tahun terakhir.

Penguatan ini ditopang oleh lonjakan saham sektor pertambangan dan perbankan, di tengah data inflasi inti yang lebih rendah dari perkiraan.

Mengutip Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 2% ke level 8.544,80 pada pukul 00.41 GMT, dan berada di jalur untuk mencatat kenaikan harian terbesar sejak 10 April 2025. Sebelumnya, indeks ini ditutup naik tipis 0,2% pada sesi Selasa.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Lebih dari 5% Rabu (25/3) Pagi: Brent ke US$98,28 per Barel

Data ekonomi menunjukkan bahwa inflasi inti, yang diukur melalui trimmed mean, hanya naik 0,2% pada Februari, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 0,3%.

Meski demikian, lonjakan harga minyak akibat konflik geopolitik belakangan ini masih berpotensi meningkatkan tekanan inflasi ke depan.

Seiring data tersebut, pelaku pasar kini memperkirakan peluang hampir 50% bagi bank sentral Australia untuk menaikkan suku bunga ke level 4,35% pada Mei mendatang.

Dari sisi sektoral, saham-saham pertambangan menjadi pendorong utama kenaikan indeks, dengan lonjakan sekitar 4%, terbesar sejak April tahun lalu. Saham BHP Group menguat 2,7%, sementara Rio Tinto naik 0,9%.

Sentimen positif juga datang dari pernyataan pemerintah Australia yang akan menetapkan harga dasar (floor price) dalam cadangan strategis mineral kritis.

Baca Juga: Inflasi Australia Februari 2026 Stagnan, Tahunan Melandai ke 3,7%

Selain itu, pemerintah mengumumkan investasi sebesar A$2 miliar selama 10 tahun untuk mendukung operasional Boyne Smelters milik Rio Tinto.

Sektor keuangan yang sensitif terhadap suku bunga turut menguat sekitar 2%, dengan empat bank terbesar mencatat kenaikan antara 1,2% hingga 2,2%.

Saham-saham emas juga mencatatkan kinerja kuat, melonjak hingga 8,5%, dengan Evolution Mining naik 6,1%.

Namun, sektor energi justru bergerak berlawanan arah dengan penurunan sekitar 2,8%, seiring melemahnya harga minyak setelah muncul laporan mengenai rencana AS mengajukan proposal perdamaian kepada Iran. Saham Santos turun 2,8%, sementara Woodside Energy merosot 3,9%.

Baca Juga: Pasar Valas Lesu, Investor Skeptis Upaya Damai AS–Iran

Di sisi lain, saham teknologi terkoreksi hingga 1,5% ke level terendah sejak pertengahan Mei 2023, mengikuti pelemahan saham teknologi di AS dan mencatatkan penurunan selama lima sesi berturut-turut.

Sementara itu, di Selandia Baru, indeks S&P/NZX 50 naik 1,3% ke level 12.872,63, mencatatkan kinerja terbaik dalam dua pekan terakhir.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×