kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Bursa Australia Datar Rabu (14/1), Saham Keuangan Menahan Laju Tambang dan Energi


Rabu, 14 Januari 2026 / 08:46 WIB
Bursa Australia Datar Rabu (14/1), Saham Keuangan Menahan Laju Tambang dan Energi
ILUSTRASI. Australian Securities Exchange (Dok/ASX)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia bergerak mendatar pada perdagangan Rabu (14/1/2026) seiring pelemahan saham sektor keuangan yang mengimbangi penguatan saham tambang dan energi. Sentimen pasar juga tertahan oleh kinerja Wall Street yang lesu pada perdagangan sebelumnya.

Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 tercatat stagnan di level 8.811,10 hingga pukul 23.58 GMT. Sebelumnya, indeks ini naik 0,6% pada Selasa.

Saham-saham Amerika Serikat ditutup melemah semalam, dipimpin sektor keuangan.

Baca Juga: Pasar Tenaga Kerja Australia Bergerak Mendatar hingga November 2025

Tekanan muncul setelah komentar para eksekutif JPMorgan menambah kekhawatiran pasar terhadap usulan Presiden AS Donald Trump terkait pembatasan suku bunga kartu kredit.

Di Sydney, saham sektor pertambangan mencetak rekor tertinggi dengan kenaikan 0,4%.

Raksasa tambang BHP Group dan Rio Tinto masing-masing menguat 0,8% dan 1,1%, meski harga bijih besi dan tembaga global mengalami tekanan pada perdagangan Selasa.

Saham Lynas Rare Earths melanjutkan reli untuk hari ketiga berturut-turut dengan lonjakan 4,2%.

Penguatan ini menyusul pernyataan pemerintah Australia yang akan memprioritaskan antimon, galium, dan unsur tanah jarang dalam cadangan strategis mineral kritis senilai A$1,2 miliar.

Baca Juga: Ketua The Fed Diancam Pidana, Bagaimana Nasib Suku Bunga AS?

Sementara itu, saham energi bangkit dan naik 1,6%, mengikuti lonjakan harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak didorong kekhawatiran potensi gangguan pasokan minyak Iran, yang menutupi prospek peningkatan suplai dari Venezuela.

Saham Santos naik 1,4% dan Woodside Energy menguat 2,2%.

Di sektor konsumsi, saham consumer staples naik 0,8%, sementara consumer discretionary menguat 0,4%.

Sebaliknya, saham keuangan menjadi pemberat utama pasar dengan penurunan 0,5% setelah reli dua hari sebelumnya.

Saham Commonwealth Bank of Australia, Westpac, dan National Australia Bank (NAB) turun di kisaran 0,1%–0,4%, sementara ANZ justru naik tipis 0,2%.

Baca Juga: Dolar AS Pulih Usai Data Inflasi Sesuai Ekspektasi, The Fed Bakal Tahan Suku Bunga?

Saham teknologi turun 0,2%, mengikuti pelemahan indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi.

Saham emas terkoreksi 0,4% setelah menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada sesi sebelumnya.

Meski demikian, didorong ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, saham produsen emas yang tercatat di Sydney telah menguat sekitar 4,7% sepanjang tahun ini, setelah melonjak lebih dari dua kali lipat pada 2025.

Di kawasan regional, indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru naik tipis 0,1% ke level 13.666,41.




TERBARU

[X]
×