Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Kepala ekonom Goldman Sachs, Jan Hatzius, mengatakan pada Senin bahwa ancaman dakwaan pidana terhadap Ketua Federal Reserve justru memperkuat kekhawatiran soal independensi bank sentral. Meski begitu, ia menilai The Fed tetap akan mengambil keputusan berdasarkan data ekonomi.
Reuters melaporkan, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut semakin meningkatkan tekanan terhadap The Fed. Gedung Putih bahkan mengancam akan menjerat Ketua The Fed Jerome Powell dengan dakwaan pidana, terkait pernyataannya di hadapan Kongres mengenai proyek renovasi gedung.
Powell menilai langkah tersebut hanyalah “dalih” untuk memperbesar pengaruh politik terhadap kebijakan suku bunga, yang oleh Trump diinginkan turun drastis.
“Jelas ada semakin banyak kekhawatiran bahwa independensi The Fed sedang berada di bawah tekanan. Berita terbaru soal penyelidikan pidana terhadap Ketua Powell benar-benar memperkuat kekhawatiran tersebut,” ujar Hatzius dalam Konferensi Strategi Global Goldman Sachs 2026.
Namun, Hatzius menegaskan bahwa ia tidak meragukan Powell akan tetap bersikap profesional hingga akhir masa jabatannya.
Menurutnya, Powell akan terus membuat keputusan berdasarkan data ekonomi, bukan terpengaruh tekanan politik, baik untuk memangkas suku bunga lebih jauh maupun menahan pemangkasan, jika data mengarah ke keputusan tersebut.
Baca Juga: Pentagon Investasikan US$1 Miliar ke Bisnis Motor Roket L3Harris
Seperti yang diberitakan sebelumnya, melansir BBC, dalam langkah yang sangat jarang terjadi, Powell mengungkapkan bahwa Departemen Kehakiman AS (DoJ) telah mengirimkan surat panggilan (subpoena) kepada The Fed dan bahkan mengancam dakwaan pidana. Ancaman tersebut berkaitan dengan kesaksiannya di hadapan komite Senat mengenai proyek renovasi gedung-gedung Federal Reserve.
Powell menyebut penyelidikan ini sebagai sesuatu yang “belum pernah terjadi sebelumnya”. Ia meyakini langkah tersebut dipicu oleh kemarahan Donald Trump atas sikap The Fed yang menolak menurunkan suku bunga, meskipun presiden berkali-kali memberikan tekanan secara terbuka.
Trump sendiri mengatakan tidak “mengetahui apa pun” soal penyelidikan tersebut. Pihak DoJ juga telah dimintai komentar.
Selama ini, konflik panjang antara Trump dan Powell cenderung bersifat satu arah, dengan Trump kerap menyebut Powell sebagai “Mr Too Late” dan “orang bodoh”.
Pernyataan Powell pada Minggu menjadi kali pertama ia secara terbuka dan tegas melawan Trump, sembari memperingatkan bahwa independensi bank sentral AS kini berada dalam ancaman.
Tonton: Krisis The Fed Jerome Powell Terjerat Ancaman Dakwaan Pidana
“Ini soal apakah The Fed masih bisa menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi, atau justru kebijakan moneter akan diarahkan oleh tekanan politik atau intimidasi,” ujar Powell.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
