kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Dolar AS Pulih Usai Data Inflasi Sesuai Ekspektasi, The Fed Bakal Tahan Suku Bunga?


Rabu, 14 Januari 2026 / 08:27 WIB
Dolar AS Pulih Usai Data Inflasi Sesuai Ekspektasi, The Fed Bakal Tahan Suku Bunga?
ILUSTRASI. Dolar AS (Reuters/Marcos Brindicci)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat dan mendekati level tertinggi dalam satu bulan pada perdagangan awal Asia, Rabu (14/1/2026), setelah data inflasi AS menunjukkan hasil yang sejalan dengan ekspektasi pasar.

Data ini memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan akhir Januari, meski mendapat tekanan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Gedung Putih.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat naik 0,3% ke level 99,18.

Baca Juga: Trump Optimistis China Bakal Buka Pasarnya untuk Barang-Barang AS

Penguatan ini sekaligus memangkas pelemahan yang terjadi pada awal pekan, setelah Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan ancaman tuntutan pidana terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.

Pada Selasa, para gubernur bank sentral global dan CEO bank-bank besar Wall Street menyatakan dukungan terbuka terhadap Powell, menegaskan pentingnya menjaga independensi bank sentral AS.

“Ada suara yang sangat kuat dari politisi, mantan ketua The Fed, hingga pejabat lainnya yang menegaskan bahwa independensi The Fed adalah hal yang sakral dan tidak boleh diintervensi,” ujar Brian Martin, Head of G3 Economics ANZ di London.

Baca Juga: Risiko Perang Dagang Jilid II: China Siap Balas Pukulan Keras Trump soal Iran

Ia memperingatkan bahwa campur tangan politik berisiko memicu inflasi yang lebih tinggi, meningkatkan biaya pendanaan pemerintah, serta menambah volatilitas aktivitas ekonomi.

“Pasar saat ini bersikap hati-hati dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Saya pikir kewarasan akan menang dan independensi The Fed tetap terjaga,” katanya.

Data ekonomi AS menunjukkan indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) naik 0,3% secara bulanan pada Desember.

Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya biaya sewa dan harga pangan, seiring meredanya distorsi akibat penutupan sementara pemerintahan AS yang sebelumnya menekan inflasi pada November.

Rilis data tersebut mengukuhkan ekspektasi pasar bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya.

Baca Juga: Bank Dunia Wanti-wanti: Pertumbuhan Global Terlalu Lemah Entaskan Kemiskinan

Berdasarkan FedWatch Tool milik CME Group, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan 28 Januari mencapai 95,6%, relatif tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya.

Analis Capital Economics menilai tekanan tidak langsung terhadap independensi The Fed kecil kemungkinannya akan mengguncang pasar keuangan AS selama inflasi masih terkendali.

Sementara itu, volatilitas di pasar valuta asing relatif terbatas pada perdagangan awal Asia, menjelang kemungkinan putusan Mahkamah Agung AS terkait legalitas tarif darurat yang diumumkan Presiden Trump.

Analis ING menyebut pasar obligasi AS menunjukkan ketahanan yang luar biasa terhadap berbagai isu politik.

“Pasar obligasi tampaknya memiliki kemampuan yang kuat untuk tidak terlalu bereaksi terhadap berbagai perkembangan,” tulis ING dalam risetnya.

Baca Juga: Rusia Tegas: Sanksi AS Takkan Hentikan Proyek Minyak di Venezuela

Terhadap yen Jepang, dolar AS bergerak stabil di kisaran 159,03 yen. Pergerakan ini terjadi setelah survei Reuters Tankan menunjukkan kepercayaan pelaku industri manufaktur Jepang turun ke level terendah dalam enam bulan pada Januari, meski masih berada di zona positif.

Yen sebelumnya sempat melemah ke posisi terendah sejak Januari 2024, dipicu spekulasi bahwa Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mempertimbangkan pemilu cepat guna memperkuat posisinya.

Harian Yomiuri melaporkan bahwa pemilu parlemen kemungkinan digelar pada 8 Februari.

Di pasar offshore, dolar AS terhadap yuan China tercatat stabil di level 6,9708 menjelang rilis data perdagangan China untuk Desember.

Sementara itu, dolar Australia menguat tipis 0,1% ke level US$0,6688 dan dolar Selandia Baru naik 0,1% ke US$0,5740. Euro dan poundsterling masing-masing bergerak datar di level US$1,1642 dan US$1,3423.

Di pasar aset digital, Bitcoin naik 1,8% ke level US$95.751,99, mencatatkan posisi tertinggi dalam dua bulan terakhir. Ether juga melonjak 4,0% ke US$3.334,46.




TERBARU

[X]
×