kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   0,00   0,00%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Trump Optimistis China Bakal Buka Pasarnya untuk Barang-Barang AS


Rabu, 14 Januari 2026 / 08:18 WIB
Trump Optimistis China Bakal Buka Pasarnya untuk Barang-Barang AS
ILUSTRASI. Donald Trump yakin China akan membuka pasarnya untuk barang AS. Ini pernyataan lengkapnya, meski ancaman tarif Iran berpotensi memicu konflik baru


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JOINT BASE ANDREWS. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa China dapat membuka pasarnya untuk barang-barang AS. Lebih lanjut Trump juga kembali menegaskan bahwa dia memiliki hubungan yang baik dengan pemimpin China Xi Jinping.

"Saya pikir itu akan terjadi," kata Trump ketika ditanya apakah dia pikir pasar China dapat dibuka untuk barang-barang AS pada Selasa (13/1/2026). Ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Washington dan Beijing telah memiliki hubungan yang tegang selama bertahun-tahun terkait isu-isu seperti tarif perdagangan, kekayaan intelektual, hak asasi manusia, asal-usul pandemi COVID-19, keamanan siber, dan kebijakan terhadap Taiwan, Hong Kong, dan perang Rusia di Ukraina.

Baca Juga: Risiko Perang Dagang Jilid II: China Siap Balas Pukulan Keras Trump soal Iran

Sehari sebelumnya, Trump mengancam akan mengenakan tarif 25% pada negara-negara yang berdagang dengan Iran, yang berisiko membuka kembali luka lama dengan Beijing, mitra dagang terbesar Teheran.

China pun mengutuk ancaman Trump dan Trump tidak memberikan rincian tentang rencananya untuk mengenakan tarif pada negara-negara yang melakukan perdagangan dengan Iran, yang saat ini sedang mengalami beberapa demonstrasi anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Trump sedang mempertimbangkan bagaimana menanggapi situasi di Iran, yang berperang selama 12 hari dengan sekutu AS, Israel, tahun lalu dan yang situs nuklirnya dibom oleh militer Amerika pada bulan Juni.




TERBARU

[X]
×