kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

India Bantah Negosiasi dengan Iran soal Pembebasan Tiga Kapal Tanker


Selasa, 17 Maret 2026 / 19:38 WIB
India Bantah Negosiasi dengan Iran soal Pembebasan Tiga Kapal Tanker
ILUSTRASI. Pompa minyak cetak 3D, bendera Iran, dan grafik saham yang meningkat muncul dalam ilustrasi ini yang (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Pemerintah India pada Selasa (17/3/2026) membantah adanya pembicaraan dengan Iran terkait pembebasan tiga kapal tanker yang disita pada Februari, sebagai imbalan untuk menjamin jalur aman bagi kapal-kapal India di Selat Hormuz.

Otoritas India sebelumnya menyita tiga kapal yang terkait Iran di dekat perairan India dengan tuduhan menyembunyikan atau mengubah identitas serta terlibat dalam transfer ilegal antar kapal di laut.

Sebelumnya, laporan Reuters pada Senin menyebut Iran meminta India membebaskan kapal-kapal yang dikenai sanksi oleh Amerika Serikat sebagai bagian dari negosiasi untuk memastikan keamanan pelayaran kapal berbendera India atau menuju India yang melintasi Teluk.

Baca Juga: Iran Tolak De-eskalasi, Israel Klaim Tewaskan Pejabat Keamanan Tinggi

Lalu lintas di sekitar Selat Hormuz sendiri hampir terhenti sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, menyebut laporan tersebut tidak berdasar.

“Tidak ada pembahasan seperti itu,” ujarnya dalam konferensi pers. Ia juga menegaskan bahwa tiga kapal yang dimaksud bukan milik Iran.

Tiga kapal tanker yang disita Asphalt Star, Al Jafzia, dan Stellar Ruby saat ini berlabuh di lepas pantai Mumbai. Stellar Ruby berbendera Iran, sementara dua kapal lainnya berbendera Nikaragua dan Mali, menurut data LSEG.

Berdasarkan laporan polisi yang diajukan Penjaga Pantai India pada 15 Februari, Asphalt Star diduga terlibat dalam penyelundupan bahan bakar minyak berat yang kemudian dipindahkan ke Al Jafzia, serta bitumen ke Stellar Ruby.

Ketiga kapal tersebut terkait dengan entitas yang berada di bawah sanksi Amerika Serikat karena diduga membantu pengangkutan minyak Iran. Konsultan kapal-kapal tersebut, Jugwinder Singh Brar, juga masuk dalam daftar sanksi AS, meskipun ia membantah melakukan aktivitas ilegal.

Pada saat penyitaan, media pemerintah Iran mengutip National Iranian Oil Company yang menyatakan bahwa ketiga kapal tersebut tidak memiliki hubungan dengan perusahaan tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, Iran telah mengizinkan sejumlah kapal India melintas dengan aman di Selat Hormuz. Jaiswal menambahkan bahwa pembicaraan masih berlangsung untuk memastikan keselamatan kapal lainnya. Pemerintah India menyebut setidaknya 22 kapal India masih berada di kawasan perairan tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×