Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - DUBAI/JERUSALEM. Konflik antara Iran dan Israel terus memanas memasuki pekan ketiga, tanpa tanda mereda.
Iran menolak berbagai tawaran de-eskalasi, sementara Israel mengklaim telah menewaskan pejabat keamanan tinggi Iran dalam serangan udara terbaru.
Seorang pejabat senior Iran menyebut, usulan untuk meredakan ketegangan yang disampaikan melalui negara perantara telah ditolak.
Pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, disebut menilai belum saatnya berdamai sebelum Amerika Serikat (AS) dan Israel dipaksa menyerah dan membayar kompensasi.
Baca Juga: Israel Klaim Kepala Keamanan Iran Ali Larijani Tewas dalam Serangan
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan militernya berhasil membunuh kepala keamanan Iran Ali Larijani serta Gholamreza Soleimani, komandan milisi Basij. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Teheran terkait klaim tersebut.
Serangan kedua pihak masih terus berlangsung. Iran meluncurkan rudal ke wilayah Israel dan mengklaim menargetkan pusat teknologi siber serta fasilitas produksi senjata.
Sementara itu, militer Israel menyatakan tengah menggempur infrastruktur Iran di Teheran dan posisi Hizbullah di Beirut, serta menyiapkan rencana operasi lanjutan.
Dampak konflik juga meluas ke kawasan Teluk. Iran dilaporkan menyerang negara-negara tetangga, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), yang telah mengalami lebih dari 2.000 serangan rudal dan drone sejak perang dimulai.
Serangan terbaru memicu kebakaran di terminal ekspor minyak Fujairah dan mengganggu aktivitas pengapalan.
Baca Juga: Protes Iran Terbesar Sejak 2022: 500 Orang Tewas, Ketegangan dengan AS Memuncak
Gangguan ini memperparah tekanan di pasar energi global. Harga minyak melonjak sekitar 4% seiring kekhawatiran pasokan terganggu, terutama karena Selat Hormuz, jalur vital bagi sekitar 20% distribusi minyak dan gas dunia, masih belum sepenuhnya terbuka.
AS sebelumnya meminta sekutunya membantu membuka kembali jalur tersebut, namun belum mendapat respons positif.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan perlunya solusi diplomatik. “Tidak ada yang siap mempertaruhkan nyawa di Selat Hormuz,” ujarnya.
- Harga minyak dunia
- Hizbullah
- Israel
- Krisis Energi
- Uni Emirat Arab
- Iran
- Selat Hormuz
- Kaja Kallas
- pasokan minyak
- Serangan Udara Israel
- Serangan Rudal Iran
- Geopolitik Timur Tengah
- Konflik Iran Israel
- Ali Larijani
- de-eskalasi
- perang Teluk
- Mojtaba Khamenei
- Ayatollah Mojtaba Khamenei
- Gholamreza Soleimani
- terminal minyak Fujairah













