Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Lebih dari seribu orang dilaporkan tewas di kawasan Timur Tengah sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Konflik tersebut dengan cepat meluas ke negara-negara lain, terutama negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS serta wilayah Lebanon.
Melansir Reuters, berikut jumlah korban tewas di sejumlah negara hingga Kamis, hampir dua pekan sejak konflik dimulai. Data ini dihimpun dari berbagai laporan resmi, meski belum seluruhnya dapat diverifikasi secara independen.
Iran
Korban tewas di Iran dilaporkan mencapai setidaknya 1.270 orang menurut media pemerintah pada Senin. Namun, duta besar Iran untuk United Nations sebelumnya menyebut jumlah korban mencapai sedikitnya 1.332 orang sejak perang dimulai.
Belum ada penjelasan mengenai perbedaan angka tersebut. Selain itu, belum jelas apakah data itu termasuk sedikitnya 104 orang yang dilaporkan militer Iran tewas akibat serangan Amerika Serikat terhadap kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka pada 4 Maret.
Lebanon
Sedikitnya 687 orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon, menurut otoritas setempat. World Health Organization menyebut sedikitnya 98 korban di antaranya adalah anak-anak.
Baca Juga: Trump Kembali Tuntut The Fed Segera Pangkas Suku Bunga!
Irak
Di Iraq, setidaknya 30 orang dilaporkan tewas menurut otoritas kesehatan. Sebagian besar korban merupakan anggota milisi Syiah Popular Mobilization Forces.
Israel
Sebanyak 12 orang dilaporkan tewas di Israel. Sembilan di antaranya meninggal akibat serangan rudal Iran di kota Beit Shemesh dekat Jerusalem pada 1 Maret, menurut layanan ambulans Magen David Adom.
Militer Israel juga melaporkan dua tentaranya tewas di Lebanon selatan. Ini menjadi korban pertama dari pihak militer Israel sejak pertempuran dengan kelompok Hezbollah kembali memanas.
Amerika Serikat
Militer United States melaporkan tujuh personel militernya tewas dalam operasi melawan Iran.
Suriah
Empat orang dilaporkan tewas di Syria setelah sebuah rudal Iran menghantam bangunan di kota selatan Sweida pada 28 Februari, menurut kantor berita pemerintah Syrian Arab News Agency.
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak 9%, Terkerek Rencana Iran untuk Tetap Tutup Selat Hormuz













