Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Seorang pejabat Iran mengungkapkan bahwa otoritas setempat telah memverifikasi sedikitnya 5.000 orang tewas dalam gelombang aksi protes yang melanda Iran. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 korban merupakan personel aparat keamanan.
Pejabat yang enggan disebutkan namanya karena sensitivitas isu ini mengatakan, sebagian besar korban tewas disebabkan oleh aksi “teroris dan perusuh bersenjata” yang, menurutnya, telah menargetkan warga sipil tak bersalah.
Pernyataan itu disampaikan kepada Reuters pada Minggu (18/1/2026).
Ia menambahkan, wilayah dengan jumlah korban terbanyak berada di kawasan Kurdi di Iran barat laut.
Baca Juga: Korban Tewas Aksi Protes Iran Tembus 2.571 Orang, Trump Klaim Bantuan Sedang Datang
Daerah ini dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas kelompok separatis Kurdi dan kerap menjadi pusat bentrokan paling keras dalam berbagai periode kerusuhan sebelumnya.
Meski demikian, pejabat tersebut menyatakan jumlah korban tewas diperkirakan tidak akan bertambah secara signifikan.
Ia juga menuding adanya campur tangan pihak asing, termasuk Israel dan kelompok bersenjata di luar negeri, yang disebut mendukung dan mempersenjatai massa aksi.
Pemerintah Iran selama ini kerap menyalahkan kekuatan asing atas setiap gejolak domestik. Israel, yang merupakan musuh utama Republik Islam Iran, sebelumnya juga melancarkan serangan militer ke wilayah Iran pada Juni lalu.
Sementara itu, kelompok pemantau hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, HRANA, melaporkan angka korban tewas yang lebih rendah.
Baca Juga: Protes di Iran Mereda Usai Tindakan Keras Aparat, Warga & Kelompok HAM Angkat Bicara
Hingga Sabtu (17/1), HRANA mencatat 3.308 kematian, dengan 4.382 kasus lainnya masih dalam proses verifikasi. Kelompok tersebut juga menyebutkan lebih dari 24.000 orang telah ditangkap terkait aksi protes.
Kelompok hak asasi Kurdi Iran, Hengaw, yang berbasis di Norwegia, menyatakan bahwa wilayah Kurdi di barat laut Iran termasuk daerah yang menerapkan pengamanan ketat selama aksi protes yang berlangsung sejak akhir Desember lalu.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
