kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

PBB: Ratusan Orang Tewas dalam Aksi Protes di Iran


Selasa, 13 Januari 2026 / 18:27 WIB
PBB: Ratusan Orang Tewas dalam Aksi Protes di Iran
ILUSTRASI. IRAN-ECONOMY/PROTESTS (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, keprihatinan mendalam atas meningkatnya kekerasan aparat keamanan Iran terhadap para demonstran.

PBB menyebut, berdasarkan sumber-sumbernya di dalam negeri Iran, ratusan orang telah tewas sejak gelombang protes besar pecah di negara tersebut.

Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk mengaku “sangat terkejut” dengan eskalasi kekerasan yang dilakukan aparat keamanan terhadap pengunjuk rasa yang sebagian besar bersifat damai.

Baca Juga: Malaysia Siap Gugat X, Fitur AI Grok Dinilai Membahayakan Pengguna

“Siklus kekerasan yang mengerikan ini tidak bisa terus berlanjut. Rakyat Iran dan tuntutan mereka atas keadilan, kesetaraan, dan perlakuan yang adil harus didengar,” ujar Türk dalam pernyataan yang dibacakan juru bicara Kantor HAM PBB, Jeremy Laurence, Selasa (13/1/2026).

Laurence menjelaskan bahwa angka korban jiwa yang dihimpun PBB, berdasarkan berbagai sumber di Iran, menunjukkan jumlah kematian telah mencapai ratusan orang.

Ia menegaskan, data tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring keterbatasan akses informasi di lapangan.

Gelombang protes ini disebut sebagai yang terbesar sejak 2022. Sebelumnya, sebuah kelompok pemantau HAM melaporkan lebih dari 500 orang tewas akibat penindakan aparat.

Seorang pejabat Iran bahkan mengindikasikan jumlah korban bisa mencapai sekitar 2.000 orang, meski angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Selain korban jiwa, PBB juga menyuarakan kekhawatiran atas kemungkinan penggunaan hukuman mati terhadap ribuan demonstran yang dilaporkan telah ditangkap oleh otoritas Iran selama aksi protes berlangsung.

Baca Juga: BlackRock Pangkas Sekitar 250 Karyawan dalam Gelombang PHK Terbaru

Situasi ini turut memicu reaksi internasional. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman untuk melakukan intervensi militer dengan dalih membela para demonstran Iran.

Menanggapi hal tersebut, Laurence menegaskan bahwa aksi protes tidak seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan politik pihak mana pun.

“Ada kekhawatiran bahwa situasi ini dapat diinstrumentalisasi, dan seharusnya tidak dimanfaatkan oleh siapa pun,” ujarnya.

PBB menyerukan agar otoritas Iran segera menghentikan penggunaan kekuatan berlebihan, menjamin perlindungan terhadap warga sipil, serta membuka ruang dialog untuk meredakan krisis yang kian memburuk.

Selanjutnya: 4 Makanan yang Bikin Kenyang Lebih Lama selain Telur, Cocok untuk Diet!

Menarik Dibaca: 4 Makanan yang Bikin Kenyang Lebih Lama selain Telur, Cocok untuk Diet!




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×