Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - BlackRock, manajer aset terbesar di dunia akan memangkas ratusan karyawan sebagai bagian dari langkah rutin perusahaan untuk meningkatkan efisiensi.
Hal tersebut disampaikan juru bicara BlackRock kepada Reuters, Selasa (13/1/2026).
Sekitar 1% dari total tenaga kerja global BlackRock, atau setara sekitar 250 karyawan, terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Baca Juga: Indonesia Dikabarkan Bidik Jet Tempur JF-17 dan Drone Pakistan untuk Perkuat TNI AU
Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi laporan sebelumnya yang disampaikan Bloomberg News.
Di bawah kepemimpinan CEO sekaligus salah satu pendiri BlackRock, Larry Fink, perusahaan terus memperkuat fokus pada pasar privat (private markets).
Strategi ini ditempuh melalui sejumlah akuisisi besar, termasuk terhadap penyedia kredit privat HPS serta investor infrastruktur Global Infrastructure Partners.
“Peningkatan kinerja BlackRock merupakan prioritas yang berkelanjutan,” ujar juru bicara perusahaan dalam pernyataannya.
Baca Juga: Manchester United Sepakati Michael Carrick Jadi Pelatih Interim hingga Akhir Musim
“Setiap tahun, kami mengambil keputusan untuk memastikan sumber daya kami selaras dengan tujuan perusahaan dan agar kami berada dalam posisi yang kuat untuk melayani klien, baik saat ini maupun di masa depan.”
Langkah efisiensi ini mencerminkan penyesuaian strategi BlackRock di tengah dinamika industri manajemen aset global dan pergeseran fokus ke instrumen investasi bernilai tambah tinggi.













