kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Indonesia Dikabarkan Bidik Jet Tempur JF-17 dan Drone Pakistan untuk Perkuat TNI AU


Selasa, 13 Januari 2026 / 17:33 WIB
Indonesia Dikabarkan Bidik Jet Tempur JF-17 dan Drone Pakistan untuk Perkuat TNI AU
ILUSTRASI. Menteri Pertahanan Indonesia bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan di Islamabad untuk membahas potensi kesepakatan pertahanan yang mencakup penjualan jet tempur dan drone tempur ke Jakarta (Ceng Shou Yi/NurPhoto via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - ISLAMABAD/JAKARTA. Menteri Pertahanan Indonesia bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan di Islamabad untuk membahas potensi kesepakatan pertahanan yang mencakup penjualan jet tempur dan drone tempur ke Jakarta. Tiga pejabat keamanan yang mengetahui pertemuan tersebut menyampaikan informasi ini pada Senin.

Pembicaraan ini berlangsung di tengah langkah industri pertahanan Pakistan yang terus melaju melalui serangkaian negosiasi pengadaan alutsista, termasuk kesepakatan dengan Tentara Nasional Libya dan militer Sudan. Pakistan juga berupaya memantapkan posisinya sebagai pemain regional yang signifikan di sektor pertahanan.

Salah satu sumber menyebutkan, diskusi berfokus pada penjualan jet tempur JF-17, pesawat tempur multirole hasil pengembangan bersama Pakistan dan China serta drone yang dirancang untuk misi pengawasan dan penyerangan sasaran.

Dua sumber lainnya mengatakan pembicaraan telah berada pada tahap lanjutan dan melibatkan lebih dari 40 unit JF-17. Salah satu di antaranya menambahkan bahwa Indonesia juga tertarik pada drone Shahpar buatan Pakistan.

Para sumber tidak mengungkapkan pembahasan mengenai jadwal pengiriman maupun durasi tahun yang akan dicakup dalam kesepakatan yang diusulkan.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak 1,7% Selasa (13/1), Dipicu Kekhawatiran Gangguan Pasokan Iran

Kementerian Pertahanan Indonesia dan militer Pakistan sama-sama mengonfirmasi pertemuan antara Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan, Air Chief Marshal Zaheer Ahmed Baber Sidhu.

“Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan hubungan kerja sama pertahanan secara umum, termasuk dialog strategis, penguatan komunikasi antar-institusi pertahanan, serta peluang kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang dalam jangka panjang,” ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait kepada Reuters.

Ia menegaskan bahwa pembicaraan tersebut belum menghasilkan keputusan konkret.

Militer Pakistan dalam pernyataannya juga mengonfirmasi pertemuan tersebut, serta menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan Indonesia bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, untuk membahas “isu-isu yang menjadi kepentingan bersama, dinamika keamanan regional dan global yang berkembang, serta penjajakan peluang untuk meningkatkan kerja sama pertahanan bilateral.”

Indonesia Ganti Armada Udara yang Menua

Satu sumber keamanan tambahan yang mengetahui pembicaraan pengadaan militer menyebutkan bahwa Pakistan juga mendiskusikan penjualan jet JF-17 Thunder, sistem pertahanan udara, program pelatihan bagi perwira Angkatan Udara Indonesia tingkat junior hingga senior, serta pelatihan bagi staf teknik.

“Kesepakatan dengan Indonesia sudah dalam jalur pembahasan,” kata mantan Marsekal Udara Asim Suleiman, yang masih mengikuti perkembangan kesepakatan Angkatan Udara, kepada Reuters. Ia menambahkan jumlah jet JF-17 yang dibicarakan mendekati 40 unit.

Baca Juga: UNICEF: Lebih dari 100 Anak Tewas di Gaza Sejak Gencatan Senjata

Presiden Indonesia Prabowo Subianto diketahui berkunjung ke Pakistan bulan lalu selama dua hari untuk membahas peningkatan hubungan bilateral, termasuk di bidang pertahanan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah memesan sejumlah jet tempur, antara lain 42 unit Rafale buatan Prancis senilai US$8,1 miliar pada 2022, serta 48 jet tempur KAAN dari Turki tahun lalu. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kekuatan udara nasional sekaligus menggantikan armada Angkatan Udara yang menua.

Jakarta juga mempertimbangkan pembelian jet tempur J-10 buatan China dan tengah berdiskusi untuk membeli jet F-15EX buatan Amerika Serikat.

Industri Pertahanan Pakistan Kian Naik Daun

Minat terhadap program pengembangan senjata militer Pakistan meningkat tajam sejak jet-jet tempurnya dikerahkan dalam konflik singkat dengan India tahun lalu.

JF-17 menjadi pusat perhatian dalam lonjakan minat tersebut, termasuk dalam kesepakatan dengan Azerbaijan dan pakta senjata senilai US$4 miliar dengan Tentara Nasional Libya.

Pakistan juga membidik pakta pertahanan dengan Bangladesh yang berpotensi mencakup jet latih Super Mushshak dan JF-17, seiring membaiknya hubungan dengan Dhaka.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Islamabad juga tengah berunding dengan Riyadh terkait kesepakatan pertahanan bernilai antara US$2 miliar hingga US$4 miliar, yang mencakup konversi pinjaman Saudi menjadi pasokan peralatan militer.

Selanjutnya: Investor Emas Harus Tahu! CME Ubah Hitungan Margin Berjangka Emas

Menarik Dibaca: Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat 9-15 Januari 2026, Detergent Beli 1 Gratis 1




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×