kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Protes Pedagang Iran Tewaskan Puluhan Orang, Pemerintah Janji Reformasi Ekonomi


Selasa, 06 Januari 2026 / 21:17 WIB
Protes Pedagang Iran Tewaskan Puluhan Orang, Pemerintah Janji Reformasi Ekonomi
ILUSTRASI. IRAN-NUCLEAR/ (WANA via REUTERS/Majid Asgaripour). Protes ekonomi di Iran menewaskan setidaknya 25 orang, ribuan ditangkap, dan nilai rial turun 4% sejak awal aksi.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Sedikitnya 25 orang tewas dalam sembilan hari pertama protes yang pecah di Iran, menyusul aksi pedagang di bazar Tehran menuntut perbaikan ekonomi akibat nilai tukar mata uang yang merosot dan inflasi yang melambung, menurut kelompok hak asasi.

Otoritas Iran mengakui kesulitan ekonomi yang melanda negara itu, namun menuding jaringan yang terkait kekuatan asing sebagai pemicu protes. Pada Selasa, Kepala Polisi Iran, Ahmadreza Radan, menegaskan akan menangani sisa para perusuh.

Protes para pedagang terus berlangsung di bazar, dengan sekitar 150 orang menuntut perbaikan ekonomi, demikian laporan Fars News Agency. 

Baca Juga: Trump Siap Bantu Demonstran Iran, Teheran Keluarkan Ultimatum ke AS

Aksi protes juga menyebar ke beberapa kota di wilayah barat dan selatan Iran, meski skala protes ini tidak sebesar gelombang kerusuhan nasional 2022-2023 yang dipicu kematian Mahsa Amini di tahanan polisi moral terkait pelanggaran kode berpakaian ketat.

Meski lebih kecil, protes terbaru ini berkembang dari tuntutan ekonomi menjadi ungkapan ketidakpuasan yang lebih luas, dengan sebagian pengunjuk rasa meneriakkan penolakan terhadap penguasa clerical.

Kelompok hak asasi Kurdi, Hengaw, mencatat 25 orang tewas, termasuk empat di bawah usia 18 tahun, serta lebih dari 1.000 orang ditangkap. 

HRANA, jaringan aktivis hak asasi, melaporkan sedikitnya 29 orang tewas, termasuk dua aparat keamanan dan 1.203 orang ditangkap hingga 5 Januari. Reuters belum bisa memverifikasi angka tersebut secara independen.

Pihak berwenang tidak merilis angka resmi korban tewas pengunjuk rasa, tetapi menyatakan setidaknya dua anggota keamanan tewas dan lebih dari selusin lainnya cedera. 

Baca Juga: ADB dan OECD Prediksi Pertumbuhan Ekonomi di Bawah 5%, Jauh dari Target Pemerintah

Pemerintah menerapkan pendekatan ganda: protes ekonomi dianggap sah dan akan ditangani melalui dialog, sementara aksi yang dianggap kekerasan di jalanan dihadapi gas air mata.

Kepala Polisi Radan menegaskan ada perbedaan antara pengunjuk rasa dan “perusuh,” di mana perusuh akan ditangkap di tempat atau setelah diidentifikasi oleh intelijen. 

“Saya berjanji akan menangani sisa para perusuh. Masih ada waktu bagi mereka yang tersesat akibat layanan asing untuk mengaku dan memanfaatkan kebesaran Republik Islam,” katanya.

Menurut Fars, aksi pedagang di Jalan Saadi, Tehran, Selasa berakhir tanpa eskalasi kehadiran polisi. Namun, Mohammad (63), pemilik toko perhiasan di bazar, mengatakan ada banyak polisi anti huru-hara dan aparat berpakaian sipil di sekitar lokasi. 

“Mereka memaksa pedagang yang mogok untuk membuka toko. Saya dengar terjadi bentrokan di luar bazar dan polisi menembakkan gas air mata,” ujarnya melalui telepon.

Baca Juga: Eropa Aktifkan Proses Pemulihan Sanksi PBB terhadap Iran

Video yang dibagikan di Telegram oleh Vahid Online memperlihatkan puluhan aparat keamanan berpatroli menggunakan sepeda motor dan menembakkan gas air mata. Reuters memastikan video itu diambil di Jalan Saadi, meski tanggal pengambilan tidak dapat diverifikasi.

Presiden Masoud Pezeshkian berjanji melakukan reformasi untuk menstabilkan sistem moneter dan perbankan serta melindungi daya beli masyarakat. 

Pemerintah juga mengumumkan reformasi subsidi, dengan menghapus kurs preferensial bagi importir dan menggantinya dengan transfer langsung kepada masyarakat untuk meningkatkan daya beli kebutuhan pokok. Kebijakan ini berlaku mulai 10 Januari.

Gubernur bank sentral juga telah diganti pada 29 Desember. Nilai tukar rial semakin terdepresiasi menjadi 1.489.500 per dolar AS pada Selasa, turun sekitar 4% sejak awal protes. 

Selanjutnya: Harga Tembaga Melonjak ke Rekor Tertinggi Usai Gangguan di Tambang Baru

Menarik Dibaca: Kebiasaan Hemat di 2026 yang Membuat Keuangan Lebih Aman Tanpa Terlihat Pelit




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×